Daerah Kekeringan Belum Ditetapkan, BPBD Pamekasan Mulai Terima Pengajuan Bantuan Air Bersih

Berita90 views

KABAR MADURA | Memasuki puncak musim kemarau, wilayah terdampak kekeringan di Pamekasan tahun ini belum ditetapkan secara resmi. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau telah berlangsung sejak Juni lalu. Namun, anomali cuaca membuat hujan masih sesekali turun di rentang waktu tersebut.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan pendataan sekaligus pemetaan daerah-daerah yang masuk kategori kekeringan.

“Pendataannya belum selesai, sedang kami proses. Puncak musim kemarau itu bulan Agustus sampai September,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Baca Juga:  BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang

Dofir menyebut, sejumlah warga sudah mengajukan bantuan air bersih, seperti di Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, dan beberapa wilayah lainnya. Meski belum ada anggaran khusus, BPBD Pamekasan tetap memenuhi permintaan tersebut.

Dia juga menambahkan, pihaknya akan mengajukan dana darurat untuk menutup kebutuhan distribusi air bersih selama musim kemarau.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Pengajuannya bermacam-macam, ada yang tiga tangki. Target selesai pendataan mungkin minggu depan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Sana Laok, Kecamatan Waru, Nur Khotimah, mengaku wilayahnya setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau, tetapi selalu luput dari bantuan air bersih dari pemerintah daerah.

Baca Juga:  Puluhan Desa di Bangkalan Hadapi Ancaman Kekeringan, BPBD Klaim Siapkan Skema Penanggulangan

Dia berharap, tahun ini bantuan bisa terealisasi. Sebab selama ini masyarakat harus membeli air bersih demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga.

“Kalau sekarang air masih aman. Tapi kalau sudah puncak kemarau hingga menjelang musim hujan, kita harus beli air secara mandiri,” ungkapnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *