KABAR MADURA | Ratusan mahasiswa memenuhi ruang gedung Auditorium IAIN Madura, Senin (16/12/2024). Mereka datang berduyun-duyun untuk menghadiri seminar antinarkoba sekaligus launching buku yang digagas oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Madura. Tidak hanya sebatas hadir, audien dalam aula itu tampak antusias dengan paparan yang disampaikan setiap narasumber. Hal itu terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang ingin bertanya pada sesi terakhir seminar.
PAMEKASAN, SAFIRA NUR LAILY
Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Madura Syamsul Arifin mengatakan, membentuk karakter antinarkoba di kalangan mahasiswa merupakan langkah penting yang harus direalisasikan. Pasalnya, peran mahasiswa terhadap kemajuan daerah sangat sentral, mengingat mahasiswa sebagai agent of change.
“Pembicaranya ada dari Satresnarkoba Polres Pamekasan, Lapas, Dandim, Kejari, Kemenag,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Selasa (17/12/2024).
Melalui seminar itu, kata Syamsul, diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan kampus. Pihaknya mengakui bahwa memang perlu sosialisasi dan edukasi yang lebih massif mengenai barang terlarang tersebut.
“Terlebih IAIN Madura ini akan menjadi UIN, jadi kualitas mahasiswanya harus terjamin dan bermutu,” tuturnya.
Selain membentuk karakter mahasiswa antinarkoba, Syamsul menyebut, pihaknya juga melakukan launching buku mengenai konsep-konsep kepemimpinan. Sehingga, nantinya buku itu menjadi patokan, khususnya bagi organisasi mahasiswa (ormawa) dalam menyelaraskan kebijakan.
Menurutnya, buku yang berhasil diterbitkan itu sebagai tanda bahwa mahasiswa tidak cukup hanya unggul dalam akademiknya. Namun, juga harus ada karya sebagai bentuk keabadian. Syamsul percaya, keabadian seseorang terletak pada karya yang dihasilkan.
“Buku kedua yang di-launching adalah kumpulan puisi hasil dari lomba cipta puisi mahasiswa angkatan 2023, judulnya Menunggu Sapardi,” tutupnya. (zul)





