Dibekali Anggaran Rp2 Miliar, Kontingen Pamekasan Gagal Capai Target Perolehan Medali Porprov Jatim 2025

Olahraga, Berita104 views

KABAR MADURA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan memasang target khusus di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Kontingen Pamekasan ditarget mampu mendapatkan medali lebih banyak ketimbang Porprov sebelumnya.

Namun, target yang dipatok tersebut gagal tercapai. Jumlah perolehan medali kontingen Pamekasan hanya sama dengan yang diperoleh di Porprov Jatim 2023 lalu. Mereka terpaksa harus puas dengan 41 medali, terdiri dari 12 medali emas, 10 perak, dan 19 perunggu. Sementara pada 2023, kontingen Pamekasan mengumpulkan 13 medali emas, 11 perak, dan 17 perunggu. 

Dari segi peringkat juga stagnan. Di klasemen akhir, Kabupaten Pamekasan berada di posisi 24, sama dengan peringkat di Porprov sebelumnya. Namun, dari segi jumlah total poin, Kabupaten Pamekasan mengalami kemerosotan, dari gelaran sebelumnya 91 poin menjadi 87 poin.

Padahal dari sisi anggaran, KONI Pamekasan mendapatkan kucuran dana Rp2 miliar untuk berpartisipasi di ajang dua tahunan tersebut. Jumlah anggaran ini meningkat 100 persen dibandingkan yang disediakan pada gelaran sebelumnya. 

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto mengatakan, pihaknya tetap bersyukur meskipun target yang dipasang tidak tercapai. Terpenting baginya, semua atlet yang berangkat kembali dalam keadaan selamat dan sehat. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Pihaknya juga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam gelaran tersebut. Menurutnya, baik internal KONI, ketua cabor, ataupun atlet sudah berjuang untuk menghasilkan yang terbaik. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat yang telah mendukung dan berdoa untuk semua atlet Pamekasan,” ungkap Djohan, Senin (7/7/2025). 

Djohan Susanto menambahkan, terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan kontingen Pamekasan gagal mencapai target di Porprov Jatim 2025, salah satunya persiapan atlet yang kurang maksimal. Hal itu terjadi dikarenakan anggaran dari Pemkab Pamekasan terlambat cair.

“Kegiatan pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) tahun ini terbilang mepet.  Puslatkab dilakukan enam bulan sebelum pelaksanaan Porprov berlangsung,” imbuhnya.

Menanggapi prestasi yang stagnan ini, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Moh. Komarul Wahyudi mengatakan, proyeksi pembinaan terhadap atlet patut dipertanyakan. Sebab, menurutnya, anggaran untuk keikutsertaan di Porprov tahun ini sudah dinaikkan menjadi Rp2 miliar.

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menyebut, perlu adanya evaluasi bersama terhadap instansi terkait, utamanya dalam penyerapan sasaran anggaran yang telah diproyeksikan untuk keikutsertaan Porprov. Harusnya, kata Wahyu, tambahan anggaran tersebut bisa menstimulus prestasi atlet.

“Hal ini perlu evaluasi bersama, tepat tidak sasaran anggarannya. Ibarat mobil, kalau BBM-nya menggunakan yang bagus, kecepatannya akan lebih baik lagi. Kalau bahan bakarnya bagus tapi lambat, berarti ada masalah,” tegasnya.

Dia berharap, pembinaan terhadap atlet di Pamekasan ke depan bisa tepat sasaran dan maksimal sesuai dengan proyeksi anggaran.

Sekadar diketahui, peringkat kontingen Pamekasan masih kalah jauh dari Bangkalan yang berada di peringkat 10 dengan 24 medali emas, 36 perak, dan 28 perunggu. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *