KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Acuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada program Simpati Lansia berdasar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bahkan saat ini menggelar rapat dan koordinasi demi peningkatan kapasitas pengelolaan DTKS. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Cahaya Berlian, Pamekasan Selasa (12/12/2023).
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengatakan, peningkatan kapasitas operator di setiap desa dan kelurahan merupakan salah satu upaya untuk menjaga objektivitas data yang diinput di DTKS. Terlebih pada program prioritas Simpati Lansia. Sebab sumber datanya berasal dari hasil pendataan yang dilakukan dari setiap operator di wilayah kerja masing-masing.
“Kami ingin mengupayakan integrasi data dari setiap desa dan kelurahan bisa terealisasi dan bisa disinergikan, utamanya data penerima bantuan sosial (bansos) prioritas, yakni perlindungan bagi lansia,” ujarnya ketika diwawancarai Kabar Madura.
Pihaknya menjelaskan, basis data yang kuat akan menjadi tolak ukur dalam suksesnya implementasi program yang dirancang. Termasuk pada program Simpati Lansia. Sekedar diketahui, program tersebut sebagai wujud dari kehadiran Pemkab Pamekasan dalam menjamin pemenuhan asupan makanan 2 kali sehari bagi para lansia yang hidupnya sebatang kara atau lansia yang tidak mampu membiayai kehidupannya.
“Harapan kami, adanya peningkatan kapasitas ini bisa mendorong program Simpati Lansia lebih tepat sasaran, tepat manfat, tepat jumlah, serta tepat administrasi,” jelasnya.
Dia menegaskan, optimalisasi terhadap berbagai pendukung terealisasinya bansos masyarakat yang berhak akan terus diupayakan. Sebab menyangkut hajat masyarakat yang perlu difasilitasi secara maksimal. “Mudah-mudahan, program Simpati Lansia bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dan perusahaan lainnya melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR),” harapnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





