Ditemukan 7 Pasien Suspect Difteri, Dinkes P2KB Sumenep Ditekan Masifkan Sosialisasi Penyakit Menular

News, Kesehatan108 views

KABAR MADURA | Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menemukan tujuh kasus suspect difteri di awal tahun ini. Kasus tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pragaan, Talango, dan Kota Sumenep.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, sampel darah dari tujuh pasien suspect difteri itu sudah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut. 

Menurutnya, difteri disebabkan oleh infeksi bakteri corynebacterium diphtheriae dan bersifat menular. Racun bakteri ini dapat membunuh sel-sel sehat di tenggorokan.

“Sampel dari pasien sudah kami kirim ke BBLKM Surabaya. Hasilnya belum keluar, maka mereka masih berstatus suspect,” ujar Syamsuri, Kamis (6/3/2025).

Ketujuh pasien suspect difteri itu berasal dari Kecamatan Pragaan (4 pasien), Talango (1 pasien), dan Kota Sumenep (2 pasien).

Gejala awal yang dialami para pasien mencakup demam, nyeri saat menelan, pembengkakan di kedua kelenjar leher, serta munculnya bercak putih di tenggorokan.

Syamsuri menyebut, difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar pasien suspect ini memiliki status imunisasi yang tidak lengkap, bahkan ada yang sama sekali belum mendapatkan imunisasi.

“Makanya, jangan takut untuk imunisasi. Segera datang ke posyandu atau puskesmas agar anak-anak mendapatkan perlindungan. Imunisasi akan memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit ini,” imbaunya. 

Menanggapi temuan kasus ini, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi menjelaskan, pentingnya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya difteri dan urgensi imunisasi. Menurutnya, masih banyak warga yang kurang paham atau bahkan termakan hoaks mengenai vaksinasi, sehingga mereka enggan membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas.

Baca Juga:  Proyek KDMP Sumenep Baru Satu Tuntas, DPRD Ingatkan Nyawa Ekonomi

“Sosialisasi dan edukasi harus lebih dioptimalkan, baik oleh tenaga kesehatan maupun pemerintah desa. Jangan hanya ketika ada kasus baru dilakukan penanganan, tapi harus ada upaya pencegahan yang lebih maksimal,” tegas Ramzi.

Politisi Partai Hanura itu mendorong Dinkes P2KB Sumenep untuk lebih aktif menggelar program imunisasi di tingkat desa dan sekolah, sehingga cakupan vaksinasi semakin luas dan masyarakat lebih sadar akan pentingnya perlindungan dini terhadap penyakit menular seperti difteri. (ara/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *