KABAR MADURA | Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang sedang berlangsung bukan penghalang dalam ikhtiar meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kondisi ini justru menjadi tantangan untuk menciptakan inovasi dan strategi yang lebih efektif demi kesejahteraan masyarakat. Terutama organisasi perangkat daerah (OPD) harus lebih semangat dan kreatif.
“Efisiensi anggaran bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru ini momen bagi kita untuk bekerja lebih cerdas dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya, Kamis, (6/3/2025).
Maka dari itu, menghadapi tahun 2025 ini, pihaknya berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi daerah.
“Keseimbangan produksi pertanian harus kita jaga. Tahun ini banyak petani yang menanam tembakau dua kali karena harga tinggi. Tetapi hal itu berdampak pada produksi padi yang terganggu. Ke depan, kita akan atur strategi agar sektor pertanian tetap stabil,” jelasnya.
Sehingga salah satu perhatian utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep adalah mengembalikan tren positif pertumbuhan ekonomi setelah pada tahun 2024 mengalami penurunan dari 5,35 persen menjadi 3,95 persen.
Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, penurunan ekonomi ini bukan disebabkan oleh faktor politik seperti pilkada, melainkan oleh perubahan cuaca dan pola tanam yang tidak seimbang.
Selain itu, penurunan ini disebabkan oleh kontraksi di sektor migas serta tantangan dalam sektor pertanian. Produksi migas mengalami penurunan, sementara sektor pertanian belum optimal akibat perubahan pola tanam.
“Harga tembakau memang melonjak hingga 100 persen, tetapi produksi padi dan ubi meleset dari target,” imbuhnya.
Selain sektor pertanian, Pemkab Sumenep juga akan memperkuat program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi lokal agar masyarakat lebih berdaya saing dan tidak bergantung pada sektor yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi. (ara/zul)





