DKPP Pamekasan Gandeng UTM Kuatkan Swasembada Daging Sapi

Berita, News51 views

KABAR MADURA | Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan telah me-launching produk program Matching Fund 2024 bertema Peningkatan Efisiensi Ekonomi Sistem Produksi Sapi Madura Berbasis Manajemen Pakan dan Diusapi (Direktori Usaha Sapi), Sabtu (30/11/2024).

Program ini diinisiasi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk mendukung Program Nasional Swasembada Daging Sapi. Adapun produknya merupakan inovasi dalam menyelesaikan permasalahan usaha peternakan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

“Ada tiga produk yang dihasilkan dari sosialisasi dan pembinaan ini, yaitu pakan complete feed pelet, pupuk organik, dan kebun bibit hijauan pakan ternak,” ujar Kepala Bidang Produksi Peternakan DKPP Pamekasan, Indah Kurnia Sulistyorini, Minggu (1/12/2024).

Dia juga menyebut, program Matching Fund 2024 itu digelar dengan tujuan peningkatan peran peternak dalam meningkatkan produksi dan ekonomi usaha peternakan sapi di Kota Gerbang Salam. Sehingga diharapkan  program pemberdayaan masyarakat tersebut  berkelanjutan menuju peternak yang mandiri.

Baca Juga:  Petani Pertanyakan Tambahan Biaya Pupuk Bersubsidi di Luar HET

“Usaha peternakan ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memunculkan mindset bisnis korporasi,” tambahnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Lebih lanjut, Indah menegaskan, peternak milenial yang mengikuti program itu diberikan bimbingan dan pembinaan dalam manajemen pakan dan pengolahan limbah kotoran ternak. Sehingga, peternak binaannya mampu mengembangkan usahanya. Tidak hanya produktivitas ternak, tetapi pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai bisnis baru yaitu pupuk organik.

“Pemanfaatan teknologi dan informasi juga menjadi bagian penting untuk mendukung usaha berorientasi bisnis. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya daging sapi,” terang Indah.

Sementara itu, Ketua Peneliti LPPM UTM Andrie Kisroh Sunyigono mengungkapkan, hasil dari program Matching Fund 2024 ini adalah perubahan mindset peternak binaan. Para peternak diberi pembinaan pembuatan pakan pelet hingga pengolahan kotoran ternak menjadi kompos.

Baca Juga:  Anggaran Seret, Petani Tembakau Pamekasan Tanpa Bantuan Bibit dari APBD 2026

“Dalam kegiatan ini ada dua kelompok ternak yang kami bina selama enam bulan, yaitu di Kecamatan Batumarmar dan Waru. Kami menggunakan transtheoretical model untuk mengetahui progres peternak yang mengikuti pembinaan dari kami,” tegasnya.

Hasilnya, kata Andrie, mindset peternak yang dulunya menggunakan budidaya turun-temurun, kini mulai beradaptasi terhadap teknologi dan budidaya modern. Bahkan, peternak dapat memproduksi pakan pelet dan pupuk organik, kemudian melakukan pengemasan produk.

“Kami mencoba untuk mengubah mindset peternak bagaimana teknis budidaya peternakan yang baik. Kami juga sosialisasi dan pembinaan manajemen pakan, sistem informasi untuk pakan dan hilirisasi sapi Madura,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *