KABAR MADURA | Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep kembali menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Program yang dibiayai APBD Sumenep senilai Rp2,99 miliar ini untuk 17 ribu siswa. Saat ini masih dalam proses verifikasi data penerima.
Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra menyatakan bahwa bantuan ini ditujukan untuk membantu siswa kurang mampu serta meringankan beban ekonomi orang tua di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Total 17 ribu siswa yang menjadi sasaran. Saat ini masih dalam proses verifikasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Sejak program ini diluncurkan pada 2022, tercatat 9.231 set seragam telah dibagikan ke 634 SD dan 7.234 set ke 442 MI.
Menanggapi program ini, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samioeddin menekankan pentingnya verifikasi agar program benar-benar menyentuh siswa dari keluarga tidak mampu, bukan sekadar formalitas angka.
“Seragam itu harus benar-benar sampai ke siswa yang membutuhkan. Jangan sampai siswa dari keluarga mampu ikut menikmati. Ini soal keadilan,” tegasnya.
Samioeddin juga meminta Disdik lebih transparan dalam pendataan dan pelaporan, termasuk menggandeng pemerintah desa atau RT/RW untuk memastikan data akurat.
“Anggaran hampir tiga miliar, ini harus diawasi serius. Jangan sampai program baik ini justru menimbulkan celah ketimpangan baru,” tambahnya. (ara/waw)






Harapannya setiap seragam yang di berikan awet atau berkualitas, jauhkan dari korupsi karena untuk masa depan bangsa.