KABAR MADURA | Dinilai sering ada kejadian meresahkan, tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelontorkan kembali anggaran untuk penambahan closed circuit television (CCTV).
Kepala DLH Sumenep Arif Susanto menyampaikan, anggaran itu memang digunakan untuk dua titik.
“Misalnya ada barang yang hilang, makanya kami anggarkan lagi tahun ini,” kata dia.
Anggaran itu sebesar Rp150 juta. Sedangkan dua titik yang dimaksud, antara lain Taman Adipura atau Taman Bunga dan Taman Jajanan Madura (Tajamara), yang saat ini direkolasi untuk tempat usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Hal itu juga untuk mengejar tujuan Sumenep ditetapkan sebagai smart city di Indonesia. Selain itu sebagai pembenahan berbagai perlengkapan atau properti penunjang program smart city tersebut.
“Dalam mewujudkan smart city, perlu ada penambahan penunjang properti, di antaranya penambahan CCTV, sehingga wilayah perkotaan bisa terpantau aman,” imbuhnya.
Saat ini sudah dipasang puluhan titik CCTV di area Kota Sumenep yang dianggap rawan dan membutuhkan pengawasan ekstra.
“Semua itu dibutuhkan kesadaran dan kerja sama semua elemen masyarakat, dengan mendukung semua program pemerintah, yakni dengan mengikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M Ramzi menilai, pemantauan dengan CCTV khususnya di TB terkesan kurang efektif. Sebab selama ini sudah ada.
“Kan di sana juga ada pos pantau, kenapa tidak dimaksimalkan itu saja,” paparnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





