KABAR MADURA | Investasi merupakan instrumen penting yang menunjang perekonomian sebuah daerah, termasuk di Kabupaten Sampang. Namun, Sampang masih kurang dilirik investor.
Hal itu terbukti, dari tahun 2024 hingga saat ini, belum ada investor yang masuk untuk berinvestasi membangun perusahaan di Sampang.
Pejabat Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal (PKPM) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang Poernomo mengatakan, ada banyak faktor yang menjadi kendala investor masuk ke Sampang, di antaranya masalah keamanan dan sumber daya alam yang masih belum mumpuni.
Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan untuk meyakinkan investor untuk berinvestasi, tetapi sampai saat ini hasilnya masih nihil.
“Kami sudah melakukan promosi dan pameran berkali-kali, baik di Sampang maupun di luar kota. Pernah di Yogjakarta, kemudian di Malang, pada kegiatan yang di adakan pemerintah provinsi,” kata Poernomo, Senin (16/6/2025).
Poernomo menyampaikan, pihaknya sangat terbuka bagi para pihak yang mau berinvestasi terutama di sektor perikanan dan kelautan.
“Prioritas kami untuk sementara ini di sektor perikanan dan kelautan. Sedangkan di sektor pertanian dan peternakan, sementara masih belum. Kendati demikian, kita tetap terbuka terhadap segala jenis investasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sampang Ervien mengatakan, tingginya angka pengangguran diakibatkan minimnya lapangan pekerjaan.
Saat ini, kata Ervien, mayoritas usaha yang ada di Sampang, yaitu usaha kecil dan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Program kami mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten dengan harapan dapat mengurangi angka pengangguran,” pungkasnya. (km91/din)





