Forum Pentahelix dan Pelantikan Pengurus PWI Pamekasan Sepakati Kawal KEK Madura

KABAR MADURA | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menghidupkan kembali isu Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Itu menjadi tema pembahasan dalam Forum Pentahelix dan Pelantikan PWI Pamekasan 2025-2028 di Front One & Azana Style Hotel, Rabu (14/5/2025).

Acara tersebut menghadirkan akademisi, pengusaha, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, pemerintah, dan insan pers. Kelima unsur tersebut bersepakat untuk mengawal Madura sebagai KEK.

Dalam forum tersebut, mencuat pemahaman bahwa Pulau Madura memiliki potensi besar untuk ditetapkan sebagai KEK, dengan tujuan meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah. 

“Penetapan KEK Madura dapat memanfaatkan potensi komoditas strategis nasional seperti garam, tembakau, ternak sapi, dan jagung,” tegas Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam. 

Dijelaskan, wacana KEK di Madura sudah lama digaungkan oleh beragam elemen. Bahkan, sudah sejak 2009 tahun silam. Hal itu semakin menguat setelah pembubaran Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS). Kehadiran BPWS bahkan dinilai belum mampu menopang ekonomi di Pulau Madura secara keseluruhan. 

Ada beberapa alasan mengapa Madura dinilai perlu dijadikan KEK. Daerah seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo serta beberapa daerah terdekat lainnya sudah tidak bisa dilakukan pengembangan bangunan,” terang alumnus Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep itu.

Untuk itu, tambahnya, Pulau Madura dirasa lebih pas untuk dilakukan pengembangan bangunan-bangunan industri. Penetapan KEK Madura dapat bertumpu pada potensi Madura sebagai bagian penopang komoditas strategis nasional seperti; garam, tembakau, ternak sapi dan jagung.

Dalam acara itu, Anam juga mengajak anggotanya untuk mendahulukan kualitas dan kompetensi ketimbang kesejahteraan. Ajakan tersebut, berdasarkan pada ketika wartawan sudah mampu mengasah kemampuan menulis, analisa, serta memahami dan menjalankan etika jurnalistik, kesejahteraan akan mengikuti secara sendirinya.

Baca Juga:  Demo Nasdem Menuai Sorotan, Ketua PWI Pamekasan: Ada Langkah yang Lebih Taktis!

“Ketika kemampuan menulis dan analisis kita baik serta etika jurnalistik yang tinggi, maka akan membawa kesejahteraan bagi kita semua. Jangan dahulukan kesejahteraan, tetapi utamakan kualitas dan kompetensi. Insya Allah kesejahteraan akan mengikutinya,” kata Anam.

Alumnus Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura itu juga mengajak insan pers untuk menjaga netralitas, independensi, dan profesionalisme dalam bekerja.

Menurutnya, wartawan memiliki tugas mulia sebagai penyampai berita, serta membuka wawasan dan jembatan aspirasi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Timur (Jatim) Mahmud Suhermono, menyampaikan, jurnalis berperan penting dalam mengatasi penyebaran hoaks dan misinformasi di era digital.

“Jadi bagaimana jurnalis dapat meningkatkan literasi media di kalangan masyarakat dan menerapkan prosedur verifikasi informasi, yang lebih ketat,” tegasnya. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *