Hamdi: Abad Kedua, NU Mampu Selaraskan Islam Keindonesiaan

News62 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Ketua Fraksi Bintang Perindo Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Hamdi, meyakini kematangan Nahdlatul Ulama (NU) yang memasuki abad kedua. Ia meyakini NU mampu mengambil peran dalam menyelaraskan Islam keindonesiaan dalam menguatkan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) Pamekasan itu mengungkapkan, selama ini keberadaan NU mampu membangun karakter umat dan bangsa melalui berbagai lembaga dan ruang yang digunakan dalam mendidik masyarakatnya. Dalam membangun karakter bangsa, NU melakukannya lewat pendidikan formal.

Tidak hanya itu, NU juga memaksimalkan pendidikan nonformal seperti, masjid, musalla dan rumah-rumah anggota maupun partisipannya. Dengan begitu, NU dapat membangun dan mempertahankan karakter bangsa Indonesia yang islami. Dengan demikian, karakter keislaman dan keindonesiaan yang dimiliki NU mampu menciptakan pertahanan ideologi Pancasila.

Baca Juga:  Diskop UKM dan Naker Pamekasan Pastikan Pembangunan Wamira Mart Tuntas Akhir Tahun

Menurutnya, pemahaman ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) yang diajarkan NU menjadi salah satu kunci bagi umat utamanya kaum nahdliyin untuk saling menghargai perbedaan dan menjadi pemersatu antar umat beragama. “NU adalah pertahanan ideologi bagi NKRI,” paparnya, Rabu (8/2/2022).

Sosok yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) III (Kecamatan Batumarmar, Pasean, Waru) itu menegaskan, keteladanan yang sangat penting dari adanya NU yakni: dalam pengelolaan pondok pesantren yang mengajarkan kesederhanaan, kesabaran, semangat pantang menyerah, dan berdedikasi terhadap tegaknya NKR.

“Yang patut diteladani dari NU dan tokohnya yaitu upaya mencerdaskan bangsa melalui sistem pendidikan pesantren. Kalau tokoh NU, adalah kesederhanaannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Misalnya, Gus Baha,” tuturnya.

Baca Juga:  Progres Realisasi SIHT di Pamekasan 30 Persen, Klaim Tuntas Sebelum Akhir Desember

Diakuinya, konsistensi pengamalan aswaja yang diwariskan para pendiri NU yang diejawantahkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi politik menjadi modal besar terhadap eksistensi dan kontribusi untuk bangsa dan negara.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan itu berharap, memasuki abad kedua ini, lebih banyak lagi ulama-ulama NU yang mampu menguasai medan dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh Gus Baha dan beberapa ulama lainnya. Guna memberangus berkembangnya paham-paham yang tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila.

“Sangat berharap. Mudah-mudahan NU terus melahirkan para ulama dan tokoh dalam menyebarluaskan pemahaman ahlussunnah wal jamaah. Sebab, hingga saat ini masih ada sebagian masyarakat yang kekurangan asupan pengetahuan sesuai dengan Islam keindonesiaan,”

Pewarta: Khoyurl Umam Syarif 

Redaktur: Moh. Hasanuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *