Hanya Andalkan Satu Armada, Program Pusling di Sampang Sulit Jangkau 14 Kecamatan

News125 views

KABAR MADURA | Untuk menjalankan program perpustakaan keliling (pusling) dalam rangka menyediakan akses literasi bagi siswa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sampang menghadapi tantangan besar. Sebab, mereka hanya mengandalkan satu unit mobil yang beroperasi.

Kabid Perpustakaan Dispusip Sampang Kurnia Sufartina mengatakan, armada yang tersedia untuk pusling itu hanya tinggal satu unit, karena satu unitnya lagi dalam kondisi rusak dan tidak bisa beroperasi. Akibat keterbatasan armada itu, proses distribusi bahan bacaan ke sekolah-sekolah menjadi tidak merata dan harus menunggu giliran antrian kunjungan pusling yang semakin lama.

Baca Juga:  Pamekasan Darurat Narkoba, Polisi Ringkus Seorang Pria Sampang di Palengaan

“Kami sangat kesulitan untuk bisa menjangkau 14 kecamatan dan ratusan SD, karena mobilnya hanya tinggal satu, jadinya harus bergantian,” ucapnya, Senin (17/2/2025).

Tina mengungkapkan, hingga kini jangkau dan layanan pusling belum sepenuhnya terpenuhi. Dia mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin dengan satu mobil yang ada. Akan tetapi, pelayanan harus dilakukan secara bergantian setiap harinya.

“Sebenarnya ada dua mobil untuk operasional pusling ini, tapi yang satunya sudah tidak bisa beroperasi lagi,” imbuhnya. 

Salah seorang wali siswa di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Ibunda Fatan mengaku, sering mengantar anaknya ke sekolah dan merasakan dampaknya program pusling tersebut. Hanya saja harus menunggu giliran yang sangat lama.

Baca Juga:  Tera' Ta' A-dhemar

Menurutnya, kehadiran pusling itu sangat membantu anaknya dalam meningkatkan minat baca. Namun sayang, karena jadwal yang terbatas, siswa harus menunggu lama untuk mendapatkan giliran layanan.

“Saya berharap, pusling ini terus dikembangkan dan armadanya bisa ditambah, agar jangkaunya lebih luas dan merata,” harapnya. (km90/sub/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *