KABAR MADURA | Hasil survei tingkat gemar membaca (TGM) di Pamekasan tahun ini tinggal menunggu hasil. Hal itu diungkapkan oleh Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Pamekasan Qusyairi, Kamis (10/10/2024).
Dia mengatakan, terdapat beberapa indikator dalam penilaian TGM tahun ini, yakni frekuensi membaca, jumlah bahan bacaan, durasi membaca, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.
Qusyairi berharap, hasil survei TGM tahun ini tidak mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Sebab, menurut dia, peningkatan daya baca atau jumlah kunjungan di perpustakaan mengalami grafik yang cukup tinggi.
“Survei sudah, tapi belum ada rilis. Jadi kita hanya tinggal nunggu hasil survei. September, jumlah kunjungan tembus 7.993. Minimal TGM tahun ini tidak menurun dari tahun sebelumnya,” ungkap Qusyairi kepada Kabar Madura.
Sementara itu, pegiat literasi, M. Arinal Haqil Ghifari, menyinggung terkait renovasi gedung perpustakaan yang tidak kunjung selesai. Menurutnya, keberadaan gedung yang representatif, secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat baca masyarakat. Selain itu, juga diperlukan program-program yang lebih proaktif dalam mewujudkan gemar membaca meningkat.
“Gedung perpustakaan perlu segera diselesaikan. Karena perpustakaan tidak bisa hanya menunggu orang datang, tapi harus bisa mengundang datang,” ujarnya.
Ari juga menyinggung terkait perlu adanya keterlibatan atau kerja sama dengan komunitas dan pegiat literasi dalam peningkatan literasi di Pamekasan. Ari juga tidak menampik bahwa adanya role model, seperti duta baca atau semacamnya bisa meningkatkan gemar membaca.
“Jikapun duta baca atau semacamnya dibutuhkan, jangan sampai hanya sebatas jadi ikon saja. Tapi buatkan program juga,” terangnya.
Sekadar diketahui, TGM 2023 berada di posisi 30. Poin tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022, yang berada di peringkat 21. (nur/zul)





