Hindari Calon Tunggal, Demokrat Sumenep Buka Peluang Figur Penantang

KABAR MADURA | Partai Demokrat Sumenep tidak ingin Pilkada Sumenep 2024 hanya muncul calon tunggal. Atas alasan itu, sejumlah parpol didekati agar muncul penantang petahana. Sebagai langkah awal, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumenep juga membuka pendaftaran bakal calon bupati atau bacabup dan bakal calon wakil bupati  atau bacawabup.

Selain itu, alasan membuka pendaftaran itu dilatarbelakangi posisi partainya yang belum menentukan arah koalisi, apakah bergabung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau partai petahana, yakni Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, yang kemungkinan besar mengusung Achmad Fauzi Wongsojudo sebagai calon bupati.

“Tergantung dengan dinamika nanti, kan begitu. Tapi pada akhirnya Demokrat tidak menghendaki calon tunggal gitu, karena dinamika perpolitikan Sumenep jadi  kurang cair,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep Indra Wahyudi.

Baca Juga:  Polda Jatim Komentari Informasi Video KPPS Dianiaya Sekelompok Orang di Madura

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep.tersebut menegaskan,  partainya secara resmi membuka penjaringan calon kontestan Pilkada Sumenep mulai 13 Mei sampai 25 Mei 2024.

Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Sumenep IV itu sangat percaya diri partainya bisa mewarnai perpolitikan Sumenep. Rasa percaya diri itu muncul setelah melakukan koordinasi dengan beberapa partai politik, di antaranya dengan PKB dan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep.

“Ya harus koaliasi memang, tapi masih di posisi saling diskusi untuk sekarang, kemarin juga sudah diskusi dengan Kiai Ali Fikri (ketua DPC PPP Sumenep, red) kemudian dengan Kiai Unais (Kiai Unais Ali Hisyam, red) yang daftar cabup di PKB juga,. Dengan Kiai Imam Hasyim (ketua DPC PKB Sumenep, red) juga sudah melakukan komunikasi,” ungkap Indra.

Baca Juga:  Pendaftaran Panwascam di Sumenep Disambut Antusias

Dengan dibukanya pendaftaran, dia berharap semakin banyak calon yang mendaftar, akan semakin memunculkan dinamika politik di Sumenep.

“Kalau cuman calon tunggal kan berarti gak ada geliat dari para figur, terutama di partai yang bisa mengusung calonnya,” pungkasnya.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *