Job Fair Pamekasan Diakui Tidak Banyak Serap Tenaga Kerja

News85 views

KABAR MADURA | Kegiatan job fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan beberapa waktu lalu hanya mampu menyerap sebagian kecil tenaga kerja lokal. Dari 450 pengunjung yang terdaftar di bursa pencairan kerja tersebut, terdapat 60 persen atau sekitar 270 orang yang berhasil mendaftar ke sejumlah perusahaan.

Kepala Bidang (Kabid) Penempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ali Syahbana mengatakan, 60 persen yang berhasil mendaftar itu tidak terserap semua untuk langsung diterima kerja. Sebagian ada yang memang hanya lulus interview.

“Ada juga yang saat interview tidak datang. Bahkan, ada yang sudah diterima tapi mengundurkan diri,” ungkapnya, Rabu (4/9/2024).

Ali mengukapkan, rata-rata pencari kerja di job fair adalah fresh graduate. Pihaknya tetap memantau penyerapan tenaga kerja di beberapa perusahaan yang tergabung dalam job fair. Hal itu dilakukan agar tenaga lokal di Pamekasan bisa terserap.

Menurutnya, terselenggaranya job fair tahun ini cukup berpengaruh terhadap penjaringan tenaga kerja. Oleh karena itu, instansinya  memproyeksikan bursa pencarian kerja itu terlaksana kembali di tahun depan.

“50 persen perusahaan lokal yang bergabung adalah perusahaan lokal. Paling banyak diminati adalah yang ke luar negeri jadi TKI. Tapi itu diproyeksikan akan berangkat tahun depan. Untuk job fair 2025, rencana ada, tapi kita lihat porsi anggaran juga,” tuturnya kepada Kabar Madura.

Sementara itu, Rofiki, warga asal Pasean mengatakan, pihaknya tidak mengetahui terkait adanya kegiatan job fair yang diselenggarakan oleh Pemkab Pamekasan. Dia menilai, kurang meluasnya sosialisasi mengenai agenda tersebut ke pelosok wilayah Pamekasan.

Meski demikian, dia berharap, gelaran job fair tahun selanjutnya bisa mencakuo lowongan kerja (loker) yang sesuai dengan minat anak muda. Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap pemkab untuk memastikan dalam realisasi pendaftarannya dipermudah. Sebab, tidak dipungkiri, selama ini yang kerap menjadi kendala adalah kualifikasi atau persyaratan daftar kerja cukup rumit. Sehingga, hal itu perlu ada komunikasi antara perusahaan dan pemerintah setempat, agar tenaga kerja bisa terserap seratus persen.

“Mungkin pemkab juga perlu analisis lebih dahulu, pekerjaan seperti apa yang dibutuhkan dan yang diinginkan anak muda, agar pelaksanaan job fair kedepan benar-benar berdampak. Juga sosialisasi harus menyeluruh  tidak hanya di wilayah perkotaan saja,” ungkapnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *