KABAR MADURA | Kondisi Kantor Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Jalan KH. Mansyur, Sumenep, terbengkalai. Sepi aktivitas dan tampak tidak terurus. Padahal, kantor yang dibangun tiga tahun lalu itu menghabiskan dana besar.
Pantau Kabar Madura di lokasi, pintu kantor terkunci rapat, halaman sekitar dibiarkan kotor dan penuh semak. Kondisi itu membuktikan bahwa bangunan ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Artinya, menunjukkan tidak ada aktivitas apapun.
Menanggapi hal itu, Kasubag BUMD Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Sumenep Dewi Lestari menuturkan bahwa kantor itu masih berfungsi sebagai pusat informasi, meski tidak menampakkan aktivitas harian.
“Bukan berarti tidak ada aktivitas sama sekali. Itu hanya perpanjangan tangan dari teman-teman KKKS untuk memberikan informasi kepada masyarakat,” kata Dewi, Selasa (6/5/2025).
Sementara anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari, menyoroti kondisi kantor yang terbengkalai tersebut. Dia menilai, keberadaan kantor tanpa aktivitas jelas itu sebagai bentuk nyata pemborosan anggaran dan pengabaian terhadap kepentingan publik.
“Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Gedung itu seharusnya menjadi pusat informasi aktif, bukan monumen kosong. Kalau dibiarkan seperti ini, itu sama saja dengan menyia-nyiakan uang rakyat,” tegas Juhari.
Dia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dan KKKS segera meninjau ulang fungsi kantor itu dan memastikan operasionalnya berjalan sebagaimana tujuan awal pendiriannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KKKS belum memberikan tanggapan resmi terkait nasib kantor yang tidak terurus tersebut.
Sekadar diketahui, nilai kontrak pembangunan kantor bersama tersebut mencapai Rp200 juta, hasil urunan dari beberapa perusahaan, seperti HCML, Kangean Energy Indonesia (KEI), dan Medco Energy. (ara/zul)





