KABAR MADURA | Kasus kebakaran beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan. Bahkan, dalam sehari, kasus kebakaran bisa terjadi tiga hingga empat kejadian di tempat yang berbeda.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan Misyanto mengatakan, memasuki akhir September hingga awal Oktober, hampir setiap hari ada laporan kebakaran.
“Belakangan ini banyak laporan kebakaran, bahkan ada yang tiga sampai empat kejadian dengan waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda, kadang kami kewalahan juga,” terangnya, Selasa (8/10/2024).
Menurutnya, meningkatnya kasus kebakaran itu lantaran dipengaruhi oleh musim kemarau yang cuacanya sangat panas. Selain itu, ada juga kelalaian masyarakat dalam membuang puntung rokok dan membakar sampah tanpa pengawasan. Sehingga kawasan di sekitarnya mudah terbakar.
“Ada juga karena konsleting listrik, biasanya terjadi di kawasan pemukiman,” tambah Misyanto.
Dikatakan, dalam penanganan kasus kebakaran yang bersamaan tersebut, pihaknya terkendala sarpras dan sumber daya manusia (SDM) yang kurang. Selama ini, selain mengandalkan anggaran dari pemerintah kabupaten (pemkab), instasinya juga mengajukan ke pihak ketiga, seperti dana CSR dan lainnya, untuk mendukung pemenuhan sarpras yang dibutuhkan. Namun, pengajuannya tidak kunjung ada yang disetujui.
Untuk mengatasi minimnya sarpras dan SDM dalam proses penanganan pemadaman, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait lain, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sebagainya.
“Kami juga bekerja sama dengan desa untuk membentuk relawan pemadam kebakaran, jadi penangannya bisa berkoordinasi dengan relawan itu,” tutupnya. (nur/zul)





