KABAR MADURA | Pembangunan ke depan harus lebih ramah lingkungan. Persoalan banjir yang sudah akut di Pamekasan harus segera diselesaikan.
Demikian penegasan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Pamekasan Moh. Faridi, Senin (12/5/2025), sesaat setelah menyerahkan bantuan makanan untuk korban banjir di Kalurahan Bartim dan Lemper, Pademawu, Pamekasan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan itu menawarkan setidaknya lima solusi atas masalah banjir di Kota Gerbang Salam.
Pertama, galian C ilegal di daerah Kecamatan Palengaan dan Kecamatan Proppo. Sebab, pengrusakan alam tersebut menyebabkan serapan air hujan di hulu menjadi rendah.
“Korbannya adalah warga di daerah hilir, dalam hal ini di daerah perkotaan dan Kecamatan Pademawu,” tegasnya.
Kedua, pembangunan daerah harus berbasis SDG’s. Tujuannya, agar generasi berikutnya tidak mengalami banjir lagi.
“Ketiga, sungai harus diperhatikan normalisasinya dan pembangunan berbasis kemanuisiaan, bukan proyek semata,” tekannya.
Keempat, irigasi sebagai solusi mengurai air sungai harus dibangun secara sistematis, bukan sporadis.
Terakhir, tegas Faridi, penanaman pohon harus digerakkan secara masif. (rul/zul)





