Kios Pasar Waru Bekas Kebakaran Belum Direnovasi, Pedagang Berharap Ada Penanganan Serius dari Pemerintah

News60 views

KABAR MADURA | Pasca kebakaran akhir Maret lalu, beberapa kios dan los di Pasar Waru yang terdampak masih belum direnovasi seutuhnya. Akibatnya, pemilik kios tidak bisa berjualan seperti biasa. 

Rifki, anak  pemilik kios jamu dan obat-obatan yang terdampak kebakaran mengatakan, sejak tempat dagangnya dilalap si jago merah, pihaknya tidak bisa berjualan. Sebab kiosnya tidak bisa ditempati. Sejauh ini, hanya dilakukan renovasi sekadarnya. 

Dia berharap, ada penanganan  yang serius dari pemerintah Kabupaten Pamekasan pasca kebakaran tersebut. 

“Memang ada bantuan tapi tidak tahu dari pemerintah mana. Itu pun tidak seberapa, kebanyakan menggunakan dana pribadi. Sampai sekarang belum ditempati, karena tidak ada yang mau diisi. Tapi sebagian sudah ada yang diperbaiki,” tuturnya kepada Kabar Madura, Kamis (18/4/2024). 

Baca Juga:  PAD Pasar Pamekasan Tumbuh di Triwulan I 2026, Retribusi Pelataran Jadi Penyumbang Terbesar

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, pihaknya telah mengajukan bantuan tidak terduga (BTT) untuk renovasi kios dan los yang terdampak. Namun, sejauh ini masih belum ada tindak lanjut persetujuan dari pihak yang bersangkutan. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Disebutkan, BTT itu harus berdasarkan persetujuan pimpinan daerah. Sebab untuk melakukan renovasi bersumber dari APBD, instansinya tidak mengantongi anggaran tersebut. Adapun BTT yang diajukan kurang dari Rp200 juta untuk tiga kios dan lima los. 

Baca Juga:  Harga Minyakita Naik di Pamekasan Tembus Rp27 Ribu meski HET tetap Rp14.500

Basri menambahkan, pedagang yang terdampak juga diajukan agar tidak dibebani membayar retribusi hingga kios atau los bisa difungsikan seperti biasa. 

“Sekarang BTT ada di meja pimpinan, pasca kebaran kemarin kami langsung ajukan BTT. Tapi hingga sekarang belum ada sinyal apa-apa. Angka pastinya kurang tahu berapa, tapi yang jelas di bawah Rp200 juta yang diajukan,” tukasnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman 

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *