KNPI Sumenep Sebut Tindak Lanjut PKBM Fiktif Seremonial Belaka

KABAR MADURA | Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumenep menyoroti lemahnya monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep bersama Dewan Pendidikan Sumenep (DPKS) terhadap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Ketua DPD KNPI Sumenep Syaiful Harir menilai, monev yang dilakukan beberapa hari ini tidak sesuai fungsi dan jauh dari harapan. Bahkan, disebut bahwa kegiatan tersebut hanya terkesan seremonial belaka.

“Contohnya, disdik hanya memanggil an ke beberapa PKBM tanpa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Tidak ada substansi dari hasil temuan di bawah, sehingga kesannya hanya formalitas,” tegas Syaiful, Senin (25/8/2025).

Baca Juga:  Hari Lahir Pancasila, Ketua KNPI Sumenep: Pedoman Berkontribusi bagi Kemajuan Bangsa!

Menurutnya, tanpa adanya evaluasi yang serius dan menyeluruh, berbagai temuan penyimpangan di PKBM akan terus berulang dan tidak pernah terselesaikan.

“Kalau evaluasi hanya di atas meja seperti yang dilakukan Disdik, lalu apa gunanya, seharusnya ada langkah konkret, bukan sekadar administrasi,” tambahnya. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Pemkab Sumenep dimita segera memperbaiki mekanisme pengawasan agar program PKBM benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan akses pendidikan masyarakat.

Sementara itu,  Kepala Seksi Peserta Didik PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdik Sumenep Akhmad Supiyanto mengatakan bahwa dirinya mengaku sudah melakukan monitoring sekaligus pembinaan kepada para PKBM yang bermasalah.

Baca Juga:  Ketika Semangat Bung Karno Kembali Dihidupkan oleh Ibnu Hajar

“Alhamdulillah kami berikan pembinaan dan para PKBM siap untuk terus memperbaiki sistem yang kurang itu,” paparnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *