Kolaborasi Disdik Sampang-Muhammadiyah Sambut Mendikdasmen Gagal, Terungkap Ada Instruksi Pembatalan dari Pimpinan

Berita2,787 views

KABAR MADURA | Selain pembatalan mendadak penggunaan Pendopo Bupati Sampang dalam rangka peringatan milad ke-113 Muhammadiyah yang rencananya akan dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, juga muncul fakta lain. Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang mengungkap adanya intervensi pimpinan yang menyebabkan batalnya kegiatan kolaborasi antara Disdik Sampang dan Muhammadiyah.

Pembatalan tersebut diduga merupakan arahan langsung dari kepala Disdik Sampang. Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Yusuf menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah menjalin komunikasi dan menyepakati rencana kegiatan bersama Muhammadiyah dalam rangka milad ke-113. Kegiatan itu rencananya akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Namun, rencana itu tidak dapat dilanjutkan setelah adanya instruksi pembatalan dari pimpinan dinas.

Baca Juga:  Menu MBG 3B SPPG Kertagena Tengah Dipersoalkan, Diduga Ada Selisih dalam Skema Rapel

“Kami sudah berusaha menemui beberapa pihak bagaimana kami bisa mengiringi kegiatan Pak Menteri terutama di kegiatan senam, dan kami sudah komunikasi dengan beberapa kepala sekolah dan mereka siap mensuport kami,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Yusuf mengaku, keputusan pembatalan itu berada di luar kewenangannya sebagai kepala bidang. Namun, dia menilai, kebijakan itu berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap dunia pendidikan di Sampang.

“Terus terang saja dengan kejadian seperti itu, di kepala kami kacau, dampak politis di Sampang sangat luar biasa. Karena ini adalah birokrasi, kami menerima perintah dari pimpinan kalau bisa ditiadakan, kami tidak berdaya akan hal itu,” keluh Yusuf.

Pembatalan kegiatan ini pun menimbulkan tanda tanya di kalangan publik. Pasalnya, Muhammadiyah selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang aktif berkontribusi dalam dunia pendidikan, termasuk melalui jaringan sekolah dan berbagai amal usaha pendidikan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nur Alam belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembatalan kegiatan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh Kabar Madura juga belum mendapatkan respons.

Kasus ini menambah sorotan terhadap dinamika internal birokrasi di lingkungan Disdik Sampang, khususnya dalam proses pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan kerja sama lintas lembaga dan organisasi masyarakat. (yan/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar