KABAR MADURA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep memasang target raihan yang berbeda pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.
KONI hanya berani menargetkan membawa pulang enam medali emas dari Porprov Jawa Timur 2025. Target ini dinilai lebih realistis melihat kondisi fasilitas olahraga dan dukungan anggaran yang masih jauh dari kata ideal.
Wakil Ketua KONI Sumenep Abd Kadir mengatakan, pihaknya mengajukan anggaran Rp1,8 miliar untuk keikutsertaan porprov tahun ini. Namun, hingga kini anggaran tersebut masih belum cair. Sehingga, pihaknya terpaksa menggunakan dana hibah keolahragaan sebagai solusi sementara.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan lemahnya dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga.
“Kami tidak ingin asal pasang target. Di lapangan, fasilitas minim, GOR rusak, dan persiapan atlet belum maksimal. Wajar kalau kami lebih memilih target realistis,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (23/4/2025).
Dijelaskan, kondisi gedung olahraga (GOR) di Sumenep memprihatinkan. Atap bocor, lantai lapuk, dan peralatan usang menjadi pemandangan sehari-hari yang dinikmati para atlet saat berlatih. Sebab itu, pihaknya tidak berani memasang target medali emas yang terlalu banyak.
“Target besar sah-sah saja, tapi jangan sampai hanya jadi pemanis bibir. Atlet kita butuh kepastian, bukan sekadar mimpi,” tegas Kadir.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep Mohamad Iksan menargetkan kontingen Sumenep bisa meraih 9 emas pada porprov tahun ini. Kata Iksan, Disbudporapar optimistis target itu bisa tercapai.
“Target kami 9 emas, itu target yang masuk akal,” paparnya.
Sekadar diketahui, pada gelaran porprov sebelumnya, kontingen Sumenep mampu mengumpulkan enam medali emas, tujuh perak, dan 13 perunggu. (ara/zul)





