KABAR MADURA | Program bantuan atau perhatian terhadap penyandang disabilitas dan lansia di Sumenep tahun ini hanya menyasar sebagian kecil dan berwujud bantuan alat saja. Saat ini tahapannya masih proses verifikasi validasi (verval) penerima bantuan.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samieoddin mendesak program khusus difabel itu cepat direalisasikan, agar segera bisa dinikmati oleh penerima.
“Sejauh ini masih belum selesai verval maka itu harus disegerakan, dan mestinya bulan depan harus sudah terealisasi,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Rabu (31/7/2024).
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Fajarisman menjelaskan, pihaknya memang sudah berupaya untuk segera merealisasikan bantuan khusus penyandang disabilitas tersebut.
“Tinggal tahapan data rampung, calon penerimanya sudah ada. Insyaallah tidak lama lagi bakal disalurkan,” tegasnya saat dikonfirmasi Kabar Madura.
Menurut Fajar, program itu biasanya berupa pelatihan dan peserta yang mengikuti langsung mendapatkan bantuan. Akan tetapi, pada tahun ini, bantuan itu berupa alat sesuai kebutuhan, bisa berupa kursi roda atau alat lainnya.
“Pastinya kalau tuna rungu itu tidak akan dikasih kursi roda, pokoknya nanti sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Selain itu, Fajar menambahkan, tahun ini bantuan itu juga berupa sembako, tidak seperti tahun sebelumnya yang diberikan berupa bantuan uang tunai. Namun, bantuan itu hanya diberikan kepada difabel yang tercatat masuk kategori berat. Artinya sudah tidak bisa bekerja.
“Jumlah bantuan yang diberikan tidak bisa menanggung semua kebutuhan hidup penerima, juga tidak bisa mengkaver semua difabel. Jumlah atau data penyandang disabilitas dan lansia di Kota Keris ini sekitar lebih dari 10 ribu jiwa,” tukasnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Sule Sulaiman





