Mayoritas Honorer Nakes Sampang Tidak Kebagian Jatah PPPK

News17 Dilihat

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Dengan formasi yang sangat minim, kesempatan sejumlah tenaga kesehatan di Sampang untuk menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) harus sirna. Dari 735 nakes yang didata Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, formasi PPPK yang tersedia hanya 79 orang.

Alhasil, ratusan pelamar PPPK nakes tersebut dipastikan banyak gugur dalam persaingan yang sangat ketat. Berdasarkan hasil seleksi administrasi, pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat hanya berjumlah 566 orang, sedangkan 169 pendaftar lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Kepala BKPSDM Sampang Arif Lukman Hidayat mengatakan, pendaftar PPPK yang berhak mengikuti tahapan lanjutan berupa computer assisted test (CAT) berjumlah 566 orang. Untuk agenda tesnya, masih menunggu jadwal, karena pemerintah daerah harus menunggu keputusan pemerintah pusat.

“Pendaftar PPPK nakes yang tidak lulus seleksi administrasi ini sudah kami umumkan,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Lanjut Yoyok, formasi yang dibutuhkan itu terdiri berbagai jabatan nakes, di posisi ahli pratama, seperti apoteker, dokter, dokter gigi, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku dengan unit penempatan yang tersebar di Dinkes, RSD ketapang dan sejumlah puskesmas di Sampang.

Baca Juga :  Per 2023, Tidak Ada lagi Bantuan Modal Bagi UMKM di Sumenep

Kemudian jabatan terampil, antara lain asisten penata anistesi, bidan, nutrisionis, perawat, perekam medis, pranata laboratorium, radiografer, dan sanitarian yang nantinya akan ditempatkan di berbagai puskesmas yang tersebar di 14 kecamatan di Sampang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang dr Nadjih mengungkapkan, kekurangan tenaga kesehatan yang berstatus aparatur sipil negera (ASN) itu hingga kini masih sangat banyak. Sebab penerimaan PPPK yang dibebankan ke APBD. Hal itu menyebabkan pemerintah daerah tidak mampu menggaji mereka lantaran jumlahnya yang terlalu banyak.

Tenaga kesehatan itu tidak hanya perawat bidan dan dokter, akan tetapi meliputi profesi lainnya, seperti ahli gizi, farmasi, dan lainnya.

“Untuk jumlah pastinya kekurangan ASN tenaga kesehatan ini sebenarnya sudah ada di rencana kebutuhan (ambut) SDM tenaga kesehatan di dinkes dan setiap puskesmas, tapi kami tidak hafal angkanya,” singkatnya.

Reporter: Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *