Mengenal Rasidi, Aktivitas Paginya sebagai Pejabat dan Malam Pendakwah

Berita, News159 views

KABAR MADURA | Rasidi yang sudah terbiasa mengisi majelis taklim dan mengajar ngaji sebelum menjadi aparatur sipil negara (ASN), membuatnya dipercaya masyarakat. Kini, jamaahnya sudah sekitar 35 orang.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Kebiasaan mengisi pengajian sudah dimulai sejak kecil, baik di masyarakat serta keorganisasian Islam. Baginya, posisi strategis majelis taklim yang berdiri sejajar dengan lembaga pendidikan lainnya seperti sekolah, madrasah, atau pesantren, menempatkan dirinya mengakar di masyarakat.

Pria kelahiran Sumenep, 9 Agustus 1980 ini memiliki prinsip; bersama itu lebih baik. Sehingga yang dipikirkan adalah hidup bersama orang lain untuk saling menasehati dan tanpa bersama orang lain dirinya tidak dapat menebar manfaat.

“Saya juga terlatih dari sejak kecil bahwa bermanfaat kepada sesama adalah kebiasaanku,” katanya, Minggu (15/12/2024).

Aktivitasnya mengisi pengajian kitab Riyadus Sholihin, selain itu juga sebagai khatib Jumat di beberapa masjid, seperti di Galis, Aeng Panas, Sumenep, dan lainnya. Bahkan, di Kota Sumenep.

“Ketika ada kompolan atau koloman membutuhkan jamaahnya butuh pengajian maka saya dipanggil, ini berkat dipercaya masyarakat,” kata pria yang menjabat kepala KUA Pragaan Ini.

Menurutnya, keberadaan majelis taklim sebagai lembaga pendidikan nonformal mengajak dan membentuk orang-orang untuk memiliki karakter beriman. Melalui ilmu agama yang diajarkan pada masyarakat, maka jamaah dapat memperoleh pengetahuan tentang keimanan, sehingga masyarakat memiliki karakter beriman.

“Pendidikan keimanan yang diberikan kepada jamaah seperti percaya kepada Allah, malaikat, rasul, dan kitab-Nya, hari akhir, dan takdir membuat manusia berusaha untuk selalu menjaga sikap dan tindakan yang akan diperbuatnya,” ujar dia.

Baca Juga:  Dua Kandidat Ketua PKB Sumenep Disorot Belum Lapor LHKPN

Atas kepercayaan itu, dia dibalas oleh Allah hingga saat ini menjadi PNS, dipermudah segala urusan, dan diangkat menjadi kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pragaan, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala KAU Dungkek. Saat ini masih tetap aktif mengajar ilmu agama di masyarakat.

“Jadwal siang saya itu ngantor, pada malam hari terkadang menikahkan orang lain, untuk berdakwah serta pengisian pengajian itu terkadang ba’da maghrib atau ba’da isya’” ucapnya. (imd)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *