Pabrikan Ogah Beli, Penyerapan Garam Rakyat Berpotensi Menyusut

News124 views

KABAR MADURA | Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan mencatat hasil produksi garam rakyat 2023 sebanyak 124 ribu ton. Sedangkan untuk 2024 diprediksi akan menyusut.

Kepala Diskan Pamekasan Abdul Fata menyampaikan, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih pendek. Sehingga memperkecil jumlah produksi.

Selain itu, hingga Mei 2024, lahan garam rakyat yang sudah diproduksi garam  tergolong kecil.

Sedangkan pada 2023 lalu,  pada bulan Mei, para petani garam sudah mayoritas memproduksi lahan garamnya.

“Tahun ini perkiraan cuaca tidak sama dengan tahun kemarin, sehingga mungkin jika terjadi lamina, mestinya akan berpengaruh terhadap produksi garam, tetapi juga sama-sama dicermati saya sudah melakukan koordinasi dengan beberapa pabrikan, ternyata ada sebagian pabrikan ada yang tidak mau membeli,” paparnya, Rabu (29/5/2024).

Secara terperinci, luas laha garam di Pamekasam tersebar di 3 kecamatan, yakni: Kecamatan Galis, yang tersebar di  Desa Lembung, Desa Polagan, Desa Konang  dan Desa Pandan, dengan jumlah luasan, 458 hektar.

Kedua di Kecamatan Tlanakan, tersebar di Desa Tlesah, Desa Tlanakan, Desa Branta Tinggi, dan Desa Branta Pesisir, dengan jumlah 12,3 Hektar.

Ketiga di Kecamatan Pademawu, tersebar di Desa Dasok, Desa Bunder, Desa Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagan, dan Desa Baddurih, dengan jumlah luasan 493,6 hektar. Sehingga total lahan garam di Pamekasan seluas 963,9 hektar.

“Masa panen 2024 tidak sepanjang 2023, mungkin jumlah produksinya akan menurun, tapi kami tidak prediksi, tetapi sekali lagi, karena factor cuaca,” urainya.

Dijelaskannya, kurang ada 7 pabrik garam yang sudah konfirmasi kesiapan pembelian di 2024, khusus hasil produksi garam rakyat.

Bahkan, khusus PT Garam, sudah mengonfirmasi tidak akan melakukan penyerapan  hasil produksi garam rakyat, alasannya  kuota kebutuhan produksinya sudah terpenuhi dari hasil panen 2023 lalu.

“PT Garam  sudah memastikan tidak akan melakukan penyerapan Garam Rakyat,” ujarnya

Terpisah, anggota Komis II DPRD Pamekasan Ismail menyampaikan, penyusutan hasil produksi garam rakyat  harus ada intervensi dari Pemkab Pamekasan. Salah satunya dengan menggunakan teknologi terbarukan. Terlebih, khusus kualitas panen bisa terus ditingkatkan.

“Kami rencana akan datang ke PT Garam untuk memperjuangkan nilai jual garam rakyat,” ungkapnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *