KABAR MADURA | Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sampang diduga sengaja menutupi data desa penerima program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2025.
Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan ATR/BPN Sampang Farhan Faisal saat dikonfirmasi oleh Harian Pagi Kabar Madura, malah mengarahkan untuk mengkonfirmasi kepada Kepala Sub Bagian ATR/BPN Syaiful.
Namun, ketika dikonfirmasi, Syaiful justru mengaku tidak tahu mengenai program PTSL tahun 2025. Dirinya mengaku bukan lagi bagian dari tim pelaksana. “Pak Farhan itu ketua tim pelaksana PTSL 2025,” ungkapnya, Rabu (5/3/2025).
Syaiful menyampaikan, pada 2024 terdapat 31 ribu bidang tanah yang disertifikasi melalui program PTSL. Sedangkan untuk tahun ini, awalnya menargetkan 20 ribu bidang tanah yang akan disertifikasi di 20 desa. Namun akibat adanya Inpres 1 Tahun 2025, jumlah berkurang.
“Untuk jumlah pastinya saya tidak tahu, barangkali bisa tanya ke pak Herman atau pak Joko,” ujarnya.
Saat Harian Pagi Kabar Madura berupaya mengkonfirmasi kepada Joko, staf ATR/BPN Sampang bernama Sofi mengatakan, untuk ketemu Joko harus ada janjian terlebih dahulu.
Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai data desa penerima program PTSL tahun 2025 tidak dapat dikonfirmasi secara utuh disebabkan pihak ATR/BPN Sampang terkesan enggan memberikan keterangan secara detail terkait data tersebut.
Justru, mereka terkesan saling lempar tanggung jawab untuk memberikan keterangan terkait data desa penerima program PTSL tahun 2025. (KM91/sub/din)





