KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mengusulkan tiga titik lokasi untuk sekolah rakyat yang akan diprogramkan Kementerian Sosial (Kemensos). Lokasi yang diusulkan itu di Lawangan Daya, Kelurahan Kowel, dan Desa Bajur. Minimal luas yang disyaratkan adalah 5 hektar.
Usulan tersebut tanah kas desa (TKD) di Kelurahan Lawangan Daya dengan luas lahan 3 hektare, Lapangan Kowel di Kelurahan Kowel sekitar 1,1 hektare, dan di Desa Bajur seluas 20 hektar, tapi belum bersertifikat hak milik (SHM). Semua sudah diajukan pada pertengahan Maret ini.
“Namun bisa diusahakan,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso, Rabu (26/3/2025).
Herman menjelaskan, Sekolah Rakyat dikhususkan untuk menjadi tempat pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin. Konsepnya berbasis asrama, semua siswa wajib tinggal di asrama yang sudah disiapkan pemerintah. Pembiayaannya akan ditanggung pemerintah.
“Sasarannya pastinya adalah keluarga miskin yang berbasis pada data terpadu sosial ekonomi nasional (DTSEN). Asalkan siswa tersebut disetujui oleh orang tuanya,” imbuhnya. (rul/waw)





