KABAR MADURA | Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur semakin dekat, namun dana keikutsertaan kontingen Sumenep masih belum cair. Hingga kini, proses review anggaran dan program masih tertahan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang belum tuntas.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, anggaran awal untuk keikutsertaan dalam ajang dua tahunan ini sebesar Rp 1,3 miliar, tapi kemungkinan bertambah menjadi Rp 1,8 miliar.
Perubahan anggaran itu menyesuaikan dengan usulan kebutuhan kontingen Sumenep. Akan tetapi, menurut Iksan, keputusan akhir mengenai anggaran itu tetap berada di tangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Kami masih menunggu penetapan dari TAPD,” tambahnya.
Menanggapi keterlambatan pencairan dana itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, M. Ramzi, mendesak TAPD untuk segera mencairkan anggaran untuk gelaran Porprov agar persiapan atlet tidak terganggu.
“Jangan sampai keterlambatan ini menghambat persiapan atlet yang akan berlaga di Porprov. TAPD harus segera mengambil keputusan agar dana bisa dicairkan secepatnya,” tegas Ramzi.
Politisi Partai Hanura itu menyebut, Porprov merupakan ajang prestisius yang membutuhkan persiapan matang, termasuk dukungan anggaran yang memadai.
“Jika anggaran terus tertunda, dikhawatirkan berdampak pada kesiapan atlet Sumenep dalam menghadapi persaingan di Porprov Jatim 2024,” tegasnya.
Mengingat pelaksanaan Porprov IX Jatim semakin dekat, Ramzi berharap TAPD segera menyelesaikan pembahasan anggaran, sehingga dana dapat segera dicairkan dan tidak menghambat persiapan kontingen Sumenep.
Sementara itu, Ketua TAPD Sumenep Edy Rasiyadi belum bisa dikonfirmasi terkait dana tersebut, dihubungi melalui sambungan teleponnya tidak merespon. (ara/zul)





