Pemkab Pamekasan Tentukan BPP, Pola Kemitraan Jadi Cara PR Jawara Beli Tembakau Petani

Berita122 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan resmi menetapkan besaran biaya pokok produksi (BPP) tembakau tahun 2025. Penetapan ini diharapkan menjadi acuan harga dasar transaksi antara petani dan pembeli, sehingga tidak merugikan petani.

Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Andi Ali Syahbana mengatakan, penetapan BPP tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Niaga, Budidaya, dan Kemitraan Tembakau.

“BPP tahun ini mengalami kenaikan di semua kategori. Untuk tembakau sawah Rp47.685 per kilogram, tembakau tegal Rp53.533 per kilogram, dan tembakau gunung Rp64.000 per kilogram,” terangnya, Rabu (14/8/2025).

Baca Juga:  Emas Hijau

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, seluruh kategori naik. Tahun lalu, BPP tembakau sawah Rp46.752 per kilogram, tegal Rp52.639 per kilogram, dan gunung Rp63.232 per kilogram.

Terpisah, Owner CV Jawara International Djaya, Marsuto Alfianto mengaku mendukung penetapan BPP oleh Pemkab. Namun, ia menilai perlu ada ketegasan agar perusahaan rokok (PR) lainnya membeli tembakau minimal sesuai harga yang telah disepakati.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Intinya kasihan petani kalau harga jatuh,” ujarnya.

Alfian menyebut, pihaknya sudah melakukan pembelian tembakau di angka Rp65 ribu per kilogram, namun jumlahnya belum banyak karena stok tahun sebelumnya masih tersisa.

Baca Juga:  Penerapan Layer Baru CHT Dapat Persetujuan DPR, KAMURA: Bukan Solusi Akhir!

Ditambahkan, pembelian dilakukan hanya terhadap petani yang bermitra dengan perusahaannya. Sementara untuk pembelian secara umum, pihaknya merencakan melakukan pembelian pada Agustus.

“Pola kemitraan kami ada di lahan seluas 94 hektare di Pamekasan dan Sumenep. Kebutuhan dasar PR Jawara sekitar 250 ton tembakau Madura, karena saya tidak menjual tembakau, tapi meraciknya sendiri menjadi rokok. Saya ini pengusaha rokok, bukan pengusaha tembakau,” pungkasnya. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *