Pemkab Sumenep Bangga Dua Ulama Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Pemerintahan22 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberikan apresiasi tinggi atas penetapan dua tokoh besar asal Jawa  dan Nahdlatul Ulama (NU), KH Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat. 

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut keputusan tersebut sebagai wujud nyata penghargaan negara terhadap jasa besar para ulama dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan moral bangsa. 

“KH Syaikhona Kholil adalah guru besar para ulama, termasuk Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Sementara Gus Dur adalah simbol toleransi dan kemanusiaan. Penetapan keduanya sebagai Pahlawan Nasional sangat layak dan membanggakan,” ujar Bupati Fauzi, Kamis (13/11/2025). 

Menurutnya, kedua tokoh tersebut bukan hanya kebanggaan warga Madura, tetapi juga teladan bagi seluruh bangsa Indonesia. Dia berharap generasi muda di Madura mampu meneladani nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan kemanusiaan yang diwariskan oleh kedua tokoh besar tersebut. 

Baca Juga:  Kasus Tapakerbau Belum Jelas, Warga Sumenep Desak Polda Jatim Beri Kepastian Hukum

“Nilai perjuangan dan keteladanan mereka harus menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat semangat kebangsaan dan persatuan,” imbuhnya. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, turut menyampaikan pandangannya bahwa penetapan dua ulama kharismatik itu menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan posisi ulama sebagai penopang utama dalam pembangunan bangsa, baik secara spiritual maupun sosial. 

“Ulama adalah tiang peradaban bangsa. Mereka tidak hanya berjuang di medan politik dan kemerdekaan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan moral masyarakat. KH Syaikhona Kholil dan Gus Dur telah menanamkan nilai-nilai yang menjaga keutuhan bangsa hingga hari ini,” tutur KH Imam Hasyim. 

Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Sumenep berkomitmen menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan para ulama melalui kebijakan yang berpihak pada pendidikan keagamaan, kesejahteraan masyarakat, serta penguatan akhlak generasi muda. 

Baca Juga:  PK PMII UNIBA Madura Fasilitasi Dialog, Krisis Lingkungan di Sumenep Jadi Sorotan

“Kami di pemerintahan daerah akan terus bersinergi dengan para ulama. Sumenep memiliki banyak tokoh keagamaan yang berperan besar dalam menjaga harmoni dan keislaman yang moderat. Ini adalah warisan berharga yang harus terus dijaga,” ungkap wabup yang juga seorang kiai kharismatik tersebut. 

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menetapkan 10 tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Dua di antaranya adalah KH Syaikhona Kholil Bangkalan dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *