KABAR MADURA | Tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menyediakan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk 124.557 keluarga penerima manfaat (KPM).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Keamanan Pangan Yanyan Heryana mengatakan, bantuan beras CPP tahap I sudah disalurkan.
“Dalam penyaluran CPP untuk pemberian bantuan pangan beras itu dipastikan tepat sasaran, karena data KPM selalu diverifikasi dan validasi (verval) sebelum penyaluran bantuan,” katanya, Selasa, (5/3/2024).
Bantuan beras pangan itu akan disalurkan selama 6 bulan. Per bulannya dibagikan 10 kilogram per kepala keluarga (KK). Pada penyaluran tahapan berikutnya, data diverifikasi dan validasi lagi, agar tidak ada data penerima ganda, atau ada yang layak menerima tetapi tidak mendapatkan.
Beras itu merupakan bantuan dari Bappenas, yang menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan beras. Kemudian Perum Bulog menunjuk PT Yasa Artha Trimanunggal sebagai transporter untuk menyalurkan bantuan kepada KPM di Kabupaten Sumenep.
“Semoga bantuan ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Sumenep,” ujarnya.
Program yang sudah berjalan selama dua tahun itu, selain untuk membantu meringankan beban warga, juga sebagai upaya pemerintah dalam menekan inflasi akibat tren harga beras yang masih tergolong tinggi.
Yayan menegaskan, sumber penerima data yakni berasal dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia.
“Untuk di Sumenep dipastikan penerimanya valid karena kami juga ikut membantu dalam verval data,” bebernya.
Diketahui, CPP adalah salah satu program yang merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Para penerima bantuan pangan memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





