Pengembangan Infrastruktur Bandara Trunojoyo Sumenep Tidak Lagi Prioritas

News397 views

KABARMADURA.ID | SUMENEPPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memutuskan hentikan salah satu proyek infrasutruktur penunjang Bandara Trunojoyo. Sepinya penumpang dan mundurnya sejumlah maskapai penerbangan jadi sebab proyek itu dianggap tidak lagi prioritas. Dengan begitu, tidak ada alokasi anggaran lagi di tahun 2023 ini.

“Untuk sementara tidak menjadi prioritas,” kata Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Dulsiam, Rabu (18/1/2023).

Proyek tersebut adalah pembangunan jalan lingkar Bandara Trunojoyo. Lokasinya di Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep. Sejatinya masih butuh anggaran Rp16 miliar untuk tahun ini. Rencananya untuk pengaspalan Namun tidak bisa didapat. Panjang jalan yang akan dibangun sekitar 1.100 meter, lebar badan jalan 8 meter dan bahu jalan 15 meter.

Karena lahannya di bekas persawahan, dua tahun sebelumnya sudah dikerjakan dengan kegiatan pengerukan, penimbunan, dan pemadatan. Setidaknya sudah Rp9 miliar yang dihabiskan di pengerjaan itu Sedangkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut seluruhnya, dibutuhkan sekitar Rp25 miliar.

“Yang awalnya penerbangan beberapa maskapai itu sudah siap maka mundur karena tidak ada penumpang. Itu pula yang menjadi alasan bahwa pekerjaan jalan lingkar bandara itu tidak prioritas,” tegas Dulsiam.

Baca Juga:  Lima Koperasi Desa di Sumenep Dapat Mobil, Progres Pembangunan Masih Jalan di Tempat

Meski demikian, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berharap, jika ada anggaran lagi bisa dilanjutkan. Karena sudah tergarap sebagian. Kendati tidak untuk kebutuhan bandara, keberadaan jalan itu bisa membantu moda transportasi masyarakat setempat.

“Ternyata kehadiran bandara tersebut tidak ada respon dari masyarakat. Terbukti pengguna jasa transportasi udara berkurang. Yang awalnya siap melayani itu dicabut karena sepi peminat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Eri Susanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Agus Adi Hidayat mengatakan, proyek tahap pertamanya dimulai tahun 2021.

Tahap pertama pembangunan dilakukan pengerukan tanah. Saat itu menelan dana Rp5,3 miliar, senilai Rp4,1 miliar dari APBD dan Rp1,26 miliar dari perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2021.

Pada tahun 2022 disediakan lagi dengan pagu anggaran Rp3,8 miliar. Pekerjaannya adalah penimbunan, pemadatan dan pengaspalan. Namun pengaspalan hanya sebagian atau sekitar 800 meter, sisanya masih berupa timbunan tanah padat. Saat ini tetap bisa dilewati pengendara bermotor.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Janji Akan Rajin Sidak Realisasi DAK 2026

Jalan lingkar bandara itu ditujukan untuk jalur transportasi dari arah timur, sehingga yang berasal dari utara dan timur tidak perlu lewat wilayah kota lagi. Bahkan jika akan ke Kalianget, juga bisa lewat jalan lingkar tersebut.

“Kalau ada anggaran bisa dilanjutkan nanti,” ujar Agus.

PENGHENTIAN PROYEK PENUNJANG BANDARA TRUNOJOYO

  • Kehadiran bandara tidak begitu direspon masyarakat
  • Penumpang sepi, terus berkurang dari waktu ke waktu
  • Ditandai mundurnya sejumlah maskapai penerbangan

PROYEK JALAN LINGKAR BANDARA

  • Butuh sekitar Rp25 miliar untuk bangun jalan
  • Jalan sepanjang 1.100 meter, lebar badan jalan 8 meter dan bahu jalan 15 meter

Pembangunan tahap pertama (2021)

Anggaran: Rp5,3 miliar (Rp4,1 miliar dari APBD  dan Rp1,26 miliar dar APBD-P)

Pekerjaan: pengerukan tanah

Pembangunan tahap kedua (2022)

Anggaran: Rp3,8 miliar

Pekerjaan: Penimbunan, pemadatan, dan pengaspalan sekitar 800 meter

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *