Peran Alwi di Balik Laga Laskar Sape Kerrab, Bekerja Keras demi Bangga Bernama Madura

Harmoni246 views

KABAR MADURA | Kemeriahan dalam pertandingan sepak bola tidak pernah lepas dari peran panitia pelaksana (panpel). Perannya di balik layar sangat mempengaruhi terhadap kelancaran jalannya pertandingan. Hal itu dialami oleh Mohammad Alwi, Ketua Panpel Madura United, sejak tahun 2016. Keterlibatannya tidak hanya tentang mengkoordinasikan keperluan tim, namun juga tentang dedikasi, ketangguhan, dan kecintaan.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN 

Jauh dari sorotan publik bukan berarti tidak memiliki peran penting dalam sebuah suksesnya acara. Sebagai panpel, Alwi dan rekan-rekannya justru menjadi ujung tombak atas kesuksesan laga yang sedang berlangsung. Segala macam diurus, mulai dari perizinan, kelengkapan sarpras yang harus sesuai standar, hingga koordinasi dengan masing-masing koordinator suporter.

Baca Juga:  Pulang tanpa Poin, RB Tetap Apresiasi Perjuangan Skuad Madura United 

“Waktu itu saya ditugaskan bupati untuk membantu Pak Achsanul di Madura United, dan ada ketertarikan sendiri untuk bergabung, jadi saya jalani. Ditambah ini atas nama Madura,” ungkap pria yang saat ini menjabat kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan itu, Kamis (17/7/2025).

Alwi mengaku, bukan hal yang mudah menjadi panpel dalam setiap pertandingan, termasuk saat dihadapkan dengan pemenuhan sarpras yang tidak sesuai standar pertandingan. Kondisi itu dia alami saat awal-awal mengemban tugas sebagai panpel pada tahun 2016 silam.

“Stadion itu milik pemkab, dan kami hanya penyewa. Kadang, ketika sarpras di stadion tidak sesuai standar, pemkab tidak bisa langsung ada untuk melengkapinya, masih ada prosedur. Sedangkan jadwal pertandingan sudah ditentukan. Hal-hal seperti itu yang jadi kendala. Tapi semuanya masih bisa teratasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Menang dari Kabau Sirah, Madura United Jaga Asa Bertahan di Super League

Tidak hanya itu, persoalan kerap kali datang dari sisi suporter. Aturan suporter tim tamu tidak boleh datang, menjadi polemik tersendiri. Pasalnya, suporter tim tamu acap kali lolos dari pengawasannya saat proses pembelian tiket.

“Kalau mengenai izin penyelenggaraannya sejauh ini aman dan lancar-lancar saja,” terang pria kelahiran 1968 tersebut.

Di balik kendala-kendala itu, kata Alwi, ada kepuasan tersendiri dalam dirinya. Sebab dia dapat mengusahakan hal-hal baik untuk klub kebanggaan masyarakat Madura itu. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *