Perbaiki Jalan Kabupaten Gunakan Dana Swadaya, Warga Tagih Keseriusan Pemkab Bangkalan

Berita46 views

KABAR MADURA | Kekecewaan warga Desa Paka’an Dajah, Kecamatan Galis, Bangkalan, akhirnya memuncak. Setelah bertahun-tahun menunggu tanpa kejelasan perbaikan, warga nekat turun tangan memperbaiki jalan kabupaten yang selama ini menjadi akses utama antardesa.

Jalan itu memiliki peran vital sebagai penghubung antara Desa Paka’an Laok, Paka’an Dajah, Pakong, hingga sejumlah desa lain di sekitarnya. Namun, kondisinya yang rusak parah dibiarkan tanpa penanganan serius dari pemerintah kabupaten (pemkab).

Salah seorang warga, Badruddin, mengungkapkan, sejak dibangun belasan tahun lalu, jalan itu belum pernah tersentuh perbaikan sama sekali. Padahal, menurutnya, kerusakan sudah berlangsung cukup lama dan parah.

“Terakhir dibangun sekitar belasan tahun lalu. Kemudian rusak, mungkin kerusakannya berlangsung tujuh tahun atau lebih dan dibiarkan saja. Warga sempat beberapa kali cor seadanya, tapi tidak bertahan lama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Dia menambahkan, kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sudah banyak yang jatuh. Ini bukan sekadar soal rusak, tapi soal keselamatan. Tapi seperti tidak ada perhatian,” tegasnya.

Karena tidak ingin terus menunggu, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Dana dikumpulkan dari sumbangan masyarakat sekitar, bahkan dari para pengguna jalan yang melintas.

“Ini murni inisiatif warga. Yang lewat juga ikut nyumbang. Karena semua merasakan dampaknya,” katanya.

Saat ini, perbaikan masih bersifat darurat. Warga menata batu untuk menutup lubang-lubang besar serta membuat saluran irigasi di sisi timur jalan. Ke depan, perbaikan kemungkinan akan dilanjutkan dengan pengecoran menggunakan dana swadaya.

Di balik aksi gotong royong tersebut, terselip kritik terhadap minimnya kehadiran pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur dasar yang sangat krusial bagi masyarakat desa.

Baca Juga:  Ditinjau Mendikdasmen, SDN Kajuanak 4 Bangkalan Masuk Prioritas Revitalisasi 2026

“Harusnya pemerintah paham, jalan ini bukan sekadar akses, tapi urat nadi ekonomi warga. Kalau jalannya bagus, aktivitas lancar, ekonomi juga ikut bergerak,” ujarnya.

Badruddin juga menilai, pembiaran jalan rusak selama bertahun-tahun mencerminkan lemahnya prioritas pembangunan, terutama di wilayah pinggiran.

Warga berharap pemkab tidak menutup mata dan segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar janji untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh.

“Jangan sampai warga terus dipaksa mandiri untuk hal-hal yang seharusnya jadi tanggung jawab pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangkalan Rizal Mardiansyah saat dihubungi Kabar Madura belum memberikan tanggapan terkait aksi swadaya masyarakat dalam perbaikan jalan tersebut. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *