KABARMADURA.ID | SUMENEP -Pembangunan Pelabuhan Talango terindikasi tidak melalui perencanaan matang. Faktanya, hingga akhir tahun ini pelabuhan yang sudah menelan anggaran miliaran rupiah dalam kurun waktu tiga tahun belum bisa difungsikan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi, Minggu (12/11/2023).
Menurutnya, proyek pelabuhan tersebut berada di bawah kendali Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub). Secara umum, jika dipantau dari perealisasiannya instansi yang bertanggung jawab kurang serius menyelesaikan kegiatan infrastruktur yang sudah menghabiskan miliaran uang rakyat.
“Proyek pelabuhan ini sudah berjalan dengan waktu yang cukup lama, tetapi tidak kunjung berfungsi, apakah memang tidak serius, atau hanya sekedar dibangun saja, tidak mementingkan asas manfaatnya,” ujarnya kepada Kabar Marura.
Pihaknya menuturkan, salah satu dampak mendasar belum berfungsinya pelabuhan, menimbulkan kemacetan dari aktivitas lalu lintas (lalin) di sekitar Pelabuhan Kalianget-Talango. Padahal sudah miliaran dana yang dihabiskan untuk pembangunan pelabuhan. “Setelah kami tanyakan ke pelaku tongkang , ternyata di sana masih tidak ada akses bongkar atau naik turun penumpang dari tongkang, ini perlu dipertanyakan bagaimana perencanaannya,” tuturnya.
Sekedar diketahui, tahapan pembangunan pelabuhan di dua kecamatan yakni Talango dan sisi Kalianget itu sudah lama diproses. Pembangunan di sisi Kalianget sudah terbangun sekitar 70 meter tahun 2021 dengan anggaran Rp1,5 miliar. Agar bisa dioperasionalkan, pelabuhan membutuhkan panjang 84 meter.
Sedangkan tahapan untuk menambah panjang pelabuhan sudah dikerjakan tahun 2022 dengan anggaran Rp1,3 miliar. Sementara, pelabuhan dermaga sisi Talango, sudah dikerjakan sejak tahun 2022 dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar. Hanya saja hingga saat ini pelabuhan tersebut belum bisa difungsikan.
Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Keselamatan, Disperkimhub Sumenep Afif Rusidi mengaku, tidak banyak tahu terkait pembangunan pelabuhan di daerah yang identik dengan slogan Kota Keris. Namun dipastikan, belum difungsikannya pelabuhan lantaran ada yang perlu dibenahi. Seperti, akses masuk dan turunya kendaraan dari tongkang.
“Ada anggaran lagi di perubahan anggaran keuangan (PAK) itu untuk pembuat akses jalan yang dimaksud itu,” responnya.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Totok Iswanto





