KABAR MADURA | PROBOLINGGO Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sosial Humaniora (FSH) Universitas Nurul Jadid (Unuja) sukses menggelar acara bedah buku berjudul Falsafah Harian: Seni Memahami Hidup Sehari-Hari karya Ahmad Sahidah, Ph.D. Acara yang digelar untuk memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa tersebut menghadirkan Dr. Nurul Huda sebagai pembedah dan Dr. Mushafi Miftah sebagai moderator. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula II Pondok Pesantren Nurul Jadid (30/10/25).
Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Chusnul Muali selaku dekan FSH menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan literasi seperti bedah buku merupakan elemen kunci dalam menunjang dan meningkatkan kemampuan akademik serta nalar kritis mahasiswa. Literasi adalah fondasi. Dengan banyak membaca dan mendiskusikan pemikiran-pemikiran kaya seperti dalam buku ini, mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga produsen gagasan, ujarnya.
Pada sesi inti, Dr. Nurul Huda mengupas tuntas kandungan pemikiran yang terangkum dalam buku Falsafah Harian. Ia mendeskripsikan buku tersebut sebagai bacaan yang sangat bergizi dan sarat dengan refleksi filosofis yang mendalam. Sebagai kumpulan esai yang dimuat secara rutin di koran Kabar Madura, tulisan ini bisa dipahami oleh pembaca awam, meskipun ada istilah-istilah teknis yang asing. Namun, secara umum, pesannya bisa dijangkau oleh khalayak.
Secara keseluruhan, Falsafah Harian ini adalah buku yang bergizi. Penulisdengan cermat menyajikan kritik tajam terhadap dua sistem besar yang mendominasi kehidupan modern, yakni kapitalisme dan modernisme,” papar Dr. Huda.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menurut perspektif buku tersebut, kedua sistem itu telah menyebabkan manusia tercerabut dari hakikat dirinya, sehingga menjadi tidak eksistensial. Manusia terjebak dalam rutinitas mekanistik dan pengejaran hal-hal material yang semu.
Yang ditawarkan buku ini sebagai solusi adalah sebuah jalan kembali pada spiritualitas dan upaya untuk meraih kehidupan yang autentik. Di tengah gempuran gaya hidup kapitalistik yang mendewa-dewaakan materi, Falsafah Harian mengajak kita untuk melakukan introspeksi dan menemukan makna yang lebih dalam pada setiap aktivitas keseharian, tegasnya.
Acara yang berlangsung interaktif tersebut berhasil menarik minat ratusan mahasiswa dan mahasiswi, serta perwakilan dari Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong dan Institut Ahmad Dahlan (IA) Kota Probolinggo. Melalui sesi tanya jawab, banyak peserta yang menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kritis seputar relevansi filsafat dalam kehidupan nyata dan bagaimana menerapkan konsep kehidupan autentik di era digital.
“Keberhasilan acara ini diharapkan dapat memantik lebih banyak lagi diskusi-diskusi serupa di kalangan civitas akademika, mendorong iklim literasi yang lebih hidup, dan menginspirasi mahasiswa untuk senantiasa berpikir kritis dalam memahami realitas sosial dan kehidupan sehari-hari,” Ungkap Ahmad Sahidah, yang sekaligus dosen S3 Studi Islam UNUJA.






