Pesan Damai Achsanul Qosasi Jelang Derby Madura United vs Persebaya

Olahraga, Headline219 views

KABAR MADURA | Presiden Madura United Achsanul Qosasi mengajak seluruh suporter Laskar Sape Kerrab untuk menahan diri dan tidak hadir langsung ke stadion pada laga derby Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu malam (3/1/2026).

Ajakan itu disampaikan Achsanul melalui pernyataan tertulis yang diunggah di akun media sosialnya. Dia menegaskan, keputusan pihak keamanan yang melarang kehadiran penonton dalam laga tersebut merupakan pilihan yang rasional demi menjaga kondusivitas.

“Saat ini adalah waktunya bersabar. Kita tahan diri untuk tidak hadir ke stadion,” tulis Achsanul Qosasi.

Menurutnya, kebijakan tersebut harus dihormati sebagai bentuk upaya menjaga keutuhan silaturahmi antara Madura dan Surabaya yang selama ini terjalin dengan baik. Pria yang akrab disapa Prof. AQ itu juga menekankan bahwa secara faktual tidak pernah terjadi gesekan antara kelompok suporter Madura United (K-Conk) dan Persebaya (Bonek).

Baca Juga:  Pindah Kandang Madura United ke SGB Kantongi Lampu Hijau dari LIB

“Madura dan Surabaya adalah sahabat yang bersaudara. Persebaya adalah kakak, sedangkan K-Conk dan Bonek adalah sepupu,” ungkapnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Prof AQ menilai rivalitas di lapangan semata-mata lahir dari tuntutan kompetisi, bukan karena persoalan harga diri atau permusuhan antarsuporter. Dia mengingatkan bahwa persaingan dalam sepak bola seharusnya menjadi sarana pembentukan jati diri, saling mendukung, dan saling menghargai.

“Tidak ada persaingan harga diri. Yang ada adalah pembentukan jati diri. Itulah saudara sejati,” lanjutnya.

Baca Juga:  Madura United Diuntungkan Hasil Persis vs Persebaya, Kesempatan Bertahan Terbuka Lebar

Tokoh Madura itu juga menyinggung sejarah panjang hubungan Madura dan Persebaya yang telah terjalin sejak 1927, serta lahirnya Madura United pada 2016 sebagai bagian dari keluarga besar yang ia sebut sebagai “Tanean Lanjheng”.

Prof AQ menyebut, apapun hasil pertandingan, persaudaraan antara Madura United dan Persebaya harus tetap abadi.

“Untuk pertandingan kali ini, kita harus bersabar sejenak. Putaran kedua nanti kami akan hadir ke Surabaya dengan membawa MADRUDJI sebagaimana biasanya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, laga Madura United melawan Persebaya ini diputuskan digelar tanpa penonton dengan segala bentuk pertimbangan, salah satunya regulasi PSSI tentang larangan suporter tamu hadir ke stadion. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *