Puasa Bantu Detoksifikasi dan Peremajaan Sel Tubuh

Kesehatan, Berita, Ramadan4,475 views

KABAR MADURA | Bulan Ramadan tidak hanya dikenal sebagai bulan yang penuh berkah secara spiritual, tetapi juga membawa berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satu manfaat yang sering dikaitkan dengan ibadah puasa adalah proses peremajaan sel-sel tubuh yang berkaitan dengan mekanisme biologis alami.

Saat menjalani puasa dengan menahan lapar dan haus sepanjang hari, tubuh ternyata mengalami sejumlah proses penting. Salah satunya adalah proses peremajaan sel tubuh yang terjadi ketika tubuh berada dalam kondisi lapar dalam jangka waktu tertentu.

Proses tersebut dikenal dengan istilah autofagi. Mengutip laman Universitas Gadjah Mada, dosen gizi kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, menjelaskan bahwa autofagi membutuhkan durasi sekitar 12-16 jam untuk berlangsung secara optimal. Dengan rentang waktu tersebut, puasa Ramadan dinilai dapat memenuhi standar proses detoksifikasi alami dalam tubuh.

Baca Juga:  Wujudkan Amanah Wakil Presiden RI, Ketua Majelis Tangga Seribu Salurkan Santunan untuk Anak Yatim-Duafa

Penjelasan itu juga dibenarkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan dr. Yulia Kartika. Dia menyampaikan, selama proses detoksifikasi berlangsung, tubuh melakukan pembaruan terhadap sel-sel yang mengalami kerusakan.

“Pada proses detoksifikasi itu ada pergantian sel-sel yang rusak ke sel yang baru sehingga dengan bergantinya sel tubuh dapat jadi lebih sehat,” tuturnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menurutnya, selama menjalani puasa kemungkinan penurunan berat badan memang dapat terjadi. Namun, dia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan asupan gizi saat sahur maupun berbuka agar kondisi tubuh tetap ideal dan mampu menjalankan aktivitas dengan baik.

Baca Juga:  Strategi Memaksa untuk Mengingat melalui Takbir Kolektif: Refleksi Kultural IBS PKMKK dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritual

“Intinya badan kita jangan sampai terlalu gemuk maupun kurus, karena hal ini dapat menunjang tubuh kita untuk beraktivitas secara normal,” ungkap dia.

Dia menambahkan, selain membantu memperbarui sel-sel yang rusak, proses detoksifikasi selama puasa juga memiliki berbagai manfaat kesehatan lainnya. Proses tersebut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, meningkatkan efektivitas kerja tubuh, membantu menurunkan berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah. (km95/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *