Puskesmas Kamuning dan Banyuanyar Jadi Penyumbang Kasus DBD Terbanyak di Sampang

News49 views

KABAR MADURA | Puskesmas Kamuning dan Puskesmas Banyuanyar memiliki jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Sampang. Terdapat 100 kasus DBD di area tersebut dari jumlah total 418 kasus DBD. Jumlah tersebut terhitung hingga Juli 2025.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan  Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, terdapat 366 kasus DBD pada Januari–Mei 2025, kemudian naik menjadi 389 kasus pada Juni, dan kembali meningkat menjadi 418 kasus di Juli.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat menyebut, rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama.

Baca Juga:  Bank Sampang Raih Penghargaan Top BUMD Awards 2026 BPRS Bintang 5

“Memang beberapa bulan terakhir ini, kasus DBD menunjukkan tren peningkatan, per Juli kemarin tercatat sebanyak 418 kasus dengan jumlah kasus terbanyak di wilayah perkotaan,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).

Samsul mengatakan, untuk menekan angka tersebut, Dinkes KB Sampang melakukan penanganan pasien, penelusuran jentik, fogging, serta edukasi 3M Plus kepada masyarakat. Pihaknya pun mengingatkan agar warga tetap waspada.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Jentik nyamuk tumbuh bukan di tempat air yang mengalir tapi di air yang tergenang dimana saja dan jentik nyamuk itu harus dibasmi dengan kerja bakti,” tegasnya.

Baca Juga:  Tera' Ta' A-dhemar

Samsul menambahkan, fogging hanya bersifat alternatif terakhir. Kelompok balita juga dinilai paling rentan karena daya tahan tubuhnya belum optimal.

“Kami akan mengaktifkan kembali juru pemantau jentik atau jumantik, dengan harapan dapat melihat jentik nyamuk di rumah masing-masing masyarakat sebagai upaya pencegahan dini terkait wabah DBD ini,” terangnya. (sub/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *