KABAR MADURA | Puskesmas Kamuning dan Puskesmas Banyuanyar memiliki jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) tertinggi di Sampang. Terdapat 100 kasus DBD di area tersebut dari jumlah total 418 kasus DBD. Jumlah tersebut terhitung hingga Juli 2025.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, terdapat 366 kasus DBD pada Januari–Mei 2025, kemudian naik menjadi 389 kasus pada Juni, dan kembali meningkat menjadi 418 kasus di Juli.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat menyebut, rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama.
“Memang beberapa bulan terakhir ini, kasus DBD menunjukkan tren peningkatan, per Juli kemarin tercatat sebanyak 418 kasus dengan jumlah kasus terbanyak di wilayah perkotaan,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Samsul mengatakan, untuk menekan angka tersebut, Dinkes KB Sampang melakukan penanganan pasien, penelusuran jentik, fogging, serta edukasi 3M Plus kepada masyarakat. Pihaknya pun mengingatkan agar warga tetap waspada.
“Jentik nyamuk tumbuh bukan di tempat air yang mengalir tapi di air yang tergenang dimana saja dan jentik nyamuk itu harus dibasmi dengan kerja bakti,” tegasnya.
Samsul menambahkan, fogging hanya bersifat alternatif terakhir. Kelompok balita juga dinilai paling rentan karena daya tahan tubuhnya belum optimal.
“Kami akan mengaktifkan kembali juru pemantau jentik atau jumantik, dengan harapan dapat melihat jentik nyamuk di rumah masing-masing masyarakat sebagai upaya pencegahan dini terkait wabah DBD ini,” terangnya. (sub/din)





