KABAR MADURA | Revitalisasi sentra PKL Sae Salera atau Food Colony diproyeksikan terealisasi tahun ini. Perbaikan itu dilakukan guna merespon keluhan dari PKL yang menilai denah bangunan di kawasan tersebut tidak strategis, sehingga mengakibatkan sedikit pengunjung.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui pasti terkait waktu pengerjaan revitalisasi akan berlangsung.
Pasalnya, dalam proses realisasinya, dibutuhkan kajian akademis dahulu, mulai dari sisi hukum hingga rancangan redesign yang sesuai.
“Kami akan segera melakukan review ulang dari berbagai sisi. Jika hasil kajiannya aman, tentu bisa segera direalisasikan tahun ini. Alokasi anggaran sudah ada, sekitar satu miliar lebih. Tapi itu sifatnya gelondongan, untuk angka pastinya belum dipastikan berapa,” jelasnya, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, Penasehat Asosiasi PKL Kabupaten Pamekasan Nur Faisal mengatakan, revitalisasi itu diharapkan tidak hanya sebatas untuk buang-buang anggaran semata. Sebab menurutnya, yang sangat perlu diperhatikan pemkab adalah penataan dan pembinaan serta pendampingan terhadap pelaku usaha menengah.
Nur Faisal mengungkapkan, apabila penataan dan pendampingan terhadap PKL tidak maksimal, upaya revitalisasi Food Colony tersebut dinilai tidak akan berdampak yang cukup signifikan.
“Rencana itu (revitalisasi) perlu dipikir-pikir secara matang. Jangan sampai menghambur-hamburkan anggaran dengan alasan penataan PKL, apalagi Pamekasan saat ini mengalami defisit yang cukup besar,” terangnya.
Pihaknya juga menegaskan, dalam proses perencanaan revitalisasi tersebut, pemkab perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk PKL. Hal itu dilakukan agar pembenahan yang dilakukan benar-benar strategis sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha.
“Pemkab juga harus mengkaji terkait sisi hukumnya, apakah aset itu boleh serta-merta diubah atau tidak,” tutupnya. (nur/zul)





