KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menggelontorkan anggaran besar untuk memperkuat infrastruktur di wilayah kepulauan. Tahun 2026 ini, pemkab mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp8,6 miliar untuk proyek rekonstruksi ruas jalan Pabian–Kangayan di Kepulauan Kangean.
Berdasarkan hasil proses lelang, proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBD Sumenep 2025 tersebut dimenangkan oleh CV Geometrik Jaya Utama, perusahaan asal Kabupaten Lamongan. Rekanan ini mengajukan penawaran senilai Rp8.405.773.406, atau sedikit di bawah pagu anggaran yang disediakan.
Meski telah ditetapkan pemenang, proyek tersebut masih berada dalam tahapan masa sanggah. Dari total 18 rekanan yang terdaftar dalam proses lelang, hanya 7 perusahaan yang mengajukan penawaran hingga batas akhir.
Kepala Bidang (Kabid)Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Salamet Supriyadi, membenarkan adanya proyek rekonstruksi jalan di Pulau Kangean tahun ini. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan kelanjutan dari program infrastruktur yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Iya, di Pulau Kangean memang ada proyek jalan tahun ini, dan pendanaannya dari DAK,” ujar Supriyadi.
Dia menjelaskan, proses lelang dilakukan lebih awal agar pekerjaan fisik dapat segera dimulai begitu seluruh tahapan administrasi rampung. Saat ini, lelang sudah memasuki fase akhir.
“Sekarang masih tahapan lelang, tepatnya masa sanggah,” tambahnya.
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep, Wahyudi, menilai pembangunan jalan di Kepulauan Kangean bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan bagian dari upaya membuka masa depan masyarakat kepulauan.
“Jalan yang layak akan memperlancar mobilitas warga dan membuka peluang ekonomi yang selama ini terhambat akibat keterisolasian wilayah,” kata politisi PDI Perjuangan tersebut.
Menurut Wahyudi, Kepulauan Kangean memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya alam, kekayaan budaya, hingga kualitas sumber daya manusia. Namun, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal.
“Pembangunan jalan adalah fondasi penting bagi pemerataan pembangunan, keadilan wilayah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kepulauan,” tegasnya.
Dia menegaskan DPRD Sumenep mendukung penuh pembangunan infrastruktur di Kangean, dengan catatan dilaksanakan secara berkelanjutan, transparan, dan melibatkan masyarakat lokal.
“Jalan ini bukan hanya menghubungkan desa ke desa, tetapi menghubungkan Kangean dengan kemajuan. DPRD akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kepulauan,” ujarnya.
Wahyudi juga berharap proyek rekonstruksi jalan Pabian–Kangayan dikerjakan secara maksimal agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
“Saya berharap pengerjaannya benar-benar berkualitas dan tidak asal-asalan,” pungkasnya. (ara/waw)





