KABAR MADURA | Rumah warga di Desa Rekkerrek, Kecamataan Palengaan, roboh akibat angin kencang pada Rabu (6/8/2025). Kejadian nahas itu ditaksir menelan kerugian senilai Rp25 juta hingga Rp30 juta.
Rumah yang diketahui milik Deniyah (65) itu mengalami kerusakan yang cukup parah, mulai dari tembok rumah bagian atas hingga atap rumah. Beruntung, Deniyeh dan lima anggota keluarga lainnya dalam rumah itu tidak terluka. Sebab, penghuni rumah langsung mengamankan diri ketika tahu ada suara angin kencang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat Santoso mengatakan, pengajuan bantuan tidak terduga (BTT) khusus bencana akan diusahakan bisa terealisasi dalam waktu dekat. Sehingga, korban bisa segera mendapatkan bantuan penanganan bencana. Namun, terkait nominal pengajuannya, pihaknya tidak memberikan informasi lebih lanjut.
“Dinsos sudah ke lokasi, untuk pengajuan (BTT) diusahakan periode bulan ini, sekaligus bersama bencana yang lain,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dofir Rosidi menegaskan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian. Sementara ini, korban menempati surau sebagai tempat tinggal. Terkait kebutuhan logistik, kata Dofir, pihaknya telah menyalurkan bantuan tersebut. Seperti kebutuhan pakaian, sembako, dan lainnya.
Disebutkan, bantuan juga datang dari masyarakat sekitar dan camat setempat, mulai dari bahan-bahan material dan beberapa bantuan lainnya.
“Ada santunan juga dari Bupati Pamekasan. Untuk sementara korban menempati surau yang cukup besar dan bagus,” jelasnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)





