Saat Ramadan, Pedagang di Api Tak Kunjung Padam Keluhkan Sepi Pengunjung

Berita81 views

KABAR MADURA | Api Tak Kunjung Padam di Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tetap memancarkan panasnya. Api abadi yang menjadi salah satu ikon wisata di Pamekasan itu terus menyala seperti biasa. Namun, panasnya api tidak berbanding lurus dengan jumlah kunjungan wisatawan yang justru mengalami penurunan signifikan saat bulan Ramadan.

Sejumlah pedagang di kawasan wisata itu mengaku jumlah pengunjung berkurang saat memasuki bulan Ramadan. Kondisi itu berdampak langsung pada pendapatan mereka. Bahkan, tidak sedikit pedagang yang memilih menutup lapak karena sepinya pembeli.

Salah seorang pedagang di kawasan Api Tak Kunjung Padam, Rumyati, mengatakan, suasana cenderung lengang pada siang hari. Aktivitas baru mulai terlihat saat menjelang waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

“Saya menjual berbagai macam makanan, minuman, dan juga baju, tetapi selama bulan puasa ini yang laku hanya minuman, es degan dan camilan,” kata Rumyati, Selasa (24/02/2026).

Baca Juga:  Tera' Ta' A-dhemar

Dia mengaku tetap berjualan selama Ramadan karena lokasi usahanya sekaligus menjadi tempat tinggalnya sejak kecil. Tempat itu merupakan warisan turun-temurun dari orang tuanya.

“Tempat ini adalah tempat tinggal saya turun temurun dari orang tua, jadi saya tetap berjualan,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Maylah, pedagang lainnya di kawasan Api Tak Kunjung Padam. Dia menuturkan bahwa tidak ada peningkatan jumlah pengunjung selama Ramadan.

“Tidak ada peningkatan pengunjung, yang ada malah berkurang, dan sama dengan Ramadan tahun lalu,” ungkapnya.

Menurut Maylah, waktu terbaik untuk berjualan selama bulan puasa adalah menjelang berbuka dan setelah salat tarawih. Pada waktu-waktu tersebut, kawasan Api Tak Kunjung Padam mulai agak ramai.

Baca Juga:  Jaga Tradisi ‘Per-Peran’ Warga Pesisir Tetap Kondusif, Polres Pamekasan Terjunkan Personel Amankan Jalur

Lapak Maylah berada persis di sekitar pusat Api Tak Kunjung Padam. Posisi itu sebenarnya cukup strategis karena setiap pengunjung yang datang akan langsung berhadapan dengan lapaknya.

“Selama Ramadan, kami pasti mengalami penurunan  penghasilan. Ramadan tahun lalu juga sama. Tidak bertambah, malah berkurang,” tegasnya. (km96/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *