Sambut HGN ke-66, Dinkes Pamekasan Gagas Program MBG untuk Balita dan Ibu Hamil-Menyusui

Kesehatan, Berita85 views

KABAR MADURA | Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan menegaskan komitmennya dalam menyambut Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang diperingati pada 25 Januari 2026. Berbagai program disiapkan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, salah satunya melalui program baru Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kepala Dinkes Pamekasan dr. Saifudin melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Ahmad Syamlan mengatakan program MBG khusus balita, ibu hamil, dan ibu menyusui ini sebagai upaya konkret dalam menunjang perbaikan gizi masyarakat.

InsyaAllah, program baru ini cukup menunjang juga, yaitu program MBG, di mana salah satu sasarannya itu adalah balita, bumil, dan busi (bumil menyusui). Harapannya bisa meningkatkan status gizi kesehatan masyarakat,” ujar Syamlan, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga:  Kasus Penolakan Ambulans Antar Jenazah, Keluarga Korban Bongkar Fakta Berbeda dari Pernyataan Kadinkes Pamekasan

Selain program MBG, Dinkes Pamekasan juga terus menjalankan berbagai program pendukung lainnya, seperti kelas ibu hamil serta pemantauan gizi anak sekolah. Upaya berkelanjutan itu menunjukkan hasil positif dengan menurunnya angka stunting di Pamekasan.

“Artinya kondisi status kesehatan gizi masyarakat itu mengalami perbaikan,” tambah Syamlan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Penurunan stunting di Pamekasan tercatat dari 3,8 persen pada 2024 menjadi 2,8 persen pada 2025. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran aktif posyandu, pemberian makanan tambahan bergizi oleh puskesmas, serta kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga:  Tes DNA Bongkar Kasus Pemerkosaan Disabilitas di Pamekasan, Pelaku Ternyata Ipar Korban

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili menyatakan, langkah yang dilakukan Dinkes Pamekasan sudah tepat dan sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menekan angka stunting.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyebut, penetapan ibu hamil dan ibu menyusui sebagai sasaran program MBG merupakan langkah strategis, sebab berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang.

“Sasarannya tepat kepada ibu hamil dan menyusui. Jadi ini program nasional sekaligus menjadi program daerah,” tutur Halili. (km93/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *