KABAR MADURA | Isu persebaran penyakit mulut dan kaki (PMK) pada sapi kembali mencuat di Kabupaten Bangkalan. Informasi itu muncul setelah adanya laporan warga terkait sapi yang mengalami gejala menyerupai PMK.
Umar, seorang warga Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, mengungkapkan adanya sapi milik warga yang sakit dengan ciri-ciri menyerupai PMK. Meski tidak mengetahui secara pasti penyakit yang diderita, dia menyebut kondisi fisik sapi itu mengkhawatirkan.
Menurut Umar, kuku kaki sapi mengalami pembusukan sehingga hewan ternak itu tidak mampu berdiri dan kehilangan nafsu makan. Upaya pengobatan sempat dilakukan secara mandiri oleh pemilik, namun kondisi sapi tidak kunjung membaik.
Akibatnya, sapi itu terpaksa dijual kepada penjagal dengan harga jauh di bawah harga beli. Padahal, kata Umar, sapi itu sebelumnya dibeli dari pasar dengan harga cukup tinggi.
“Sapinya beli di pasar hewan waktu itu, sekitar 22 juta, terpaksa dijual kembali karena kesehatannya terus menurun. Ya, kerugiannya sekitar 12 juta,” jelas Umar, Rabu (4/2/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Bangkalan Iskandar Ahadiyat menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan sapi warga yang terjangkit PMK.
Dia mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan ternaknya menunjukkan gejala PMK, sehingga bisa segera dilakukan penanganan oleh petugas.
“Saat ini tidak ada informasi terkait sapi warga yang terkena PMK. Namun, jika ada agar segera mengkonfirmasi, kami akan lakukan vaksinasi. Karena kita juga sudah terima 20 ribu dosis vaksin,” tegasnya. (km95/zul)





