KABAR MADURA | Pembukaan Sekolah Rakyat (SR) di Pamekasan yang semula direncanakan awal Agustus 2025, kembali mengalami penundaan. Jadwal pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar tersebut kini mundur ke pertengahan Agustus, lantaran sarana dan prasarana (sarpras) belum siap sepenuhnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso menyampaikan, penundaan tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga pada seluruh SR—yang termasuk cakupan 1b secara nasional.
“Jadi mundur lagi untuk yang 1b, jadi mungkin dilihat dari kesiapan semua daerah, belum siap dari sarana dan prasarananya, sementara masih dalam proses semuanya,” paparnya, Senin (4/8/2025).
Ia menjelaskan, kesiapan fisik berupa dua gedung sekolah, satu gedung kantor, dua asrama, satu laboratorium, serta ruang wali asrama dan wali asuh, saat ini progres renovasinya masih di kisaran 80 persen.
Namun lanjutnya, untuk sumber daya manusia, baik guru maupun tenaga kependidikan, sudah hampir seratus persen terpenuhi sehingga sudah siap, tingga sarpras yang sepenuhnya belum siap.
“Untuk gedung yang bekas sekolah akper itu dimaksimalkan semuanya, tapi untuk guru nantinya tidak menginap ya.. karena ada wali asrama dan wali asuh yang paling menginap tinggal di sana,” terangnya.
Herman menambahkan, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait kesiapan menyeluruh sebelum pembukaan resmi. Termasuk juga perencanaan sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa pada momentum tertentu. (rul/ong)





