Sarpras Belum Siap, Pelaksanaan SR di Pamekasan Kembali Diundur

KABAR MADURA | Pembukaan Sekolah Rakyat (SR) di Pamekasan yang semula direncanakan awal Agustus 2025, kembali mengalami penundaan. Jadwal pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar tersebut kini mundur ke pertengahan Agustus, lantaran sarana dan prasarana (sarpras) belum siap sepenuhnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Herman Hidayat Santoso menyampaikan, penundaan tidak hanya terjadi di Pamekasan, tetapi juga pada seluruh SR—yang termasuk cakupan 1b secara nasional.

“Jadi mundur lagi untuk yang 1b, jadi mungkin dilihat dari kesiapan semua daerah, belum siap dari sarana dan prasarananya, sementara masih dalam proses semuanya,” paparnya, Senin (4/8/2025).

Baca Juga:  Kuota Sekolah Rakyat di Sumenep Masih Minim, Baru 38 Siswa Terdaftar

Ia menjelaskan, kesiapan fisik berupa dua gedung sekolah, satu gedung kantor, dua asrama, satu laboratorium, serta ruang wali asrama dan wali asuh, saat ini progres renovasinya masih di kisaran 80 persen.

Namun lanjutnya, untuk sumber daya manusia, baik guru maupun tenaga kependidikan, sudah hampir seratus persen terpenuhi sehingga sudah siap, tingga sarpras yang sepenuhnya belum siap.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Untuk gedung yang bekas sekolah akper itu dimaksimalkan semuanya, tapi untuk guru nantinya tidak menginap ya.. karena ada wali asrama dan wali asuh yang paling menginap tinggal di sana,” terangnya.

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Verifikasi 150 Usulan PPSE 2026, Dorong KPM Menuju Graduasi Mandiri

Herman menambahkan, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI terkait kesiapan menyeluruh sebelum pembukaan resmi. Termasuk juga perencanaan sejumlah kegiatan yang melibatkan siswa pada momentum tertentu. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *