KABAR MADURA | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sampang Yuliadi Setiyawan mengingatkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) setempat mengenai pentingnya keterbukaan informasi publik dalam proses pendistribusian alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Hal itu disampaikan Yuliadi setelah Disperta KP Sampang enggan membuka informasi mengenai jumlah data penerima bantuan hand sprayer tahun 2025.
Yuliadi mengungkapkan, transparansi menjadi kunci utama agar program bantuan benar-benar menyentuh kelompok tani yang membutuhkan.
“Dengan membuka informasi kepada publik, masyarakat juga akan ikut mengawasi dan dengan pola pengawasan yang berlapis dapat memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat,” katanya, Rabu (20/8/2025).
Yuliadi menegaskan bahwa tanggung jawab Disperta KP tidak hanya sebatas mendistribusikan bantuan, tetapi juga memastikan pengawasan dan pembinaan agar alat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pengawasan tidak hanya formalitas, tetapi menjadi tanggung jawab penuh Dinas Pertanian,” jelasnya.
Yuliadi menekankan komitmennya dalam menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat, apabila ditemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi Alsintan. Pihaknya menilai partisipasi publik sangat penting untuk menutup celah penyalahgunaan bantuan.
“Kalau praktik di lapangan ditemukan indikasi penyimpangan alsintan, silahkan laporkan dengan disertai bukti. Kami akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yuliadi menambahkan, tujuan utama dari program alsintan adalah meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dirinya pun memastikan tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang berani menyalahgunakan program tersebut.
“Tidak ada toleransi kepada siapapun yang berani menyalahgunakan bantuan,” pungkasnya. (yan/din)





