KABAR MADURA | Luas areal tanam tembakau di Pamekasan pada musim tanam 2025 mencapai 31.356 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 29 ribu ton. Kendati demikian, masa panen dipastikan tidak serentak karena menyesuaikan awal masa tanam.
Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan, Andi Ali Syahbana mengungkapkan, dari total luasan tersebut, areal tanam di lahan tegalan mencapai 18.943 hektare, diikuti sawah seluas 8.973 hektare, serta lahan gunung seluas 3.440 hektare.
Sedangkan untuk tembakau gunung, diperkirakan akan terlebih dahulu memasuki masa panen lantaran masa tanamnya lebih awal.
“Puncak masa panen diperkirakan berlangsung pada minggu keempat Agustus hingga minggu kedua September 2025,” jelasnya, Selasa (19/8/2025).
Berdasarkan data DKPP Pamekasan, kecamatan dengan areal tanam terluas adalah Pademawu dengan 5.399 hektare, disusul Proppo seluas 5.046 hektare, serta Pegantenan dengan 4.840 hektare. Sementara kecamatan dengan areal terkecil yakni Pasean hanya 856 hektare.
Andi menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima data rinci, berkenaan dengan jumlah tembakau yang sudah dipanen oleh petani.
Namun, DKPP tetap melakukan pendampingan teknis agar produktivitas dan mutu tembakau Madura tetap maksimal, mengingat perbedaan musim kali ini cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Kami tekankan pentingnya mengikuti rekomendasi teknis supaya hasil panen tidak hanya meluas dari sisi areal, tetapi juga berkualitas,” pungkasnya. (rul/ong)





